Bos Raksasa E-Commerce Tewas Mengenaskan di Thailand

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Rabu, 25/02/2026 15:15 WIB
Foto: Ilustrasi ecommerce. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu pendiri raksasa e-commerce fesyen asal Inggris, Quentin Griffiths, ditemukan tewas setelah jatuh dari lantai 17 apartemennya di Pattaya, Thailand, pada 9 Februari 2026.

Pria berusia 58 tahun itu ditemukan di luar gedung tempat tinggalnya di kota resor yang terletak di selatan Bangkok. Polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan rekaman CCTV.


Seorang sumber kepolisian mengatakan, "Petugas tiba di lokasi dan dipastikan bahwa Quentin telah meninggal dunia. Ambulans membawa jenazahnya ke rumah sakit untuk pemeriksaan post-mortem. Rekaman CCTV di dalam gedung telah diperiksa. Satu-satunya orang yang masuk ke kamar tersebut adalah Quentin, sehingga kami tidak meyakini ada hal yang mencurigakan."

Hasil post-mortem juga tidak menemukan bukti adanya tindak pidana, demikian dikutip dari Daily Mail, Rabu (25/2/2026).

Kematian Griffiths terjadi di tengah perselisihan hukum dengan mantan istrinya asal Thailand, Ploy Kringsinthanakun, 43 tahun. Ia menuduh Griffiths menjual secara curang tanah dan saham senilai 500.000 poundsterling dari perusahaan yang mereka kelola bersama.

Kringsinthanakun membantah keterlibatan dalam kematian tersebut. Kepada The Sun ia mengatakan, "Saya sama sekali tidak ada hubungannya dengan kematiannya. Bagaimana mungkin saya membunuhnya? Bagaimana saya bisa tahu apa pun tentang hal itu? Saya tinggal di Bangkok, saya tidak berada di Pattaya."

Sebelumnya, pada Januari, Griffiths sempat ditangkap di Bandara Suvarnabhumi Bangkok setelah dituduh memalsukan dokumen untuk menjual aset perusahaan tanpa sepengetahuan mantan istrinya.

Ia membantah seluruh tuduhan dan dibebaskan setelah pemeriksaan, sementara penyelidikan masih berjalan hingga saat kematiannya.

Griffiths dikenal sebagai salah satu pendiri ASOS pada 2000 bersama Nick Robertson dan Andrew Regan. Perusahaan tersebut kemudian berkembang menjadi peritel online global bernilai miliaran poundsterling.

Ayah tiga anak itu pindah ke Thailand sekitar 2007. Setelah bercerai dari istri pertamanya, ia menikahi seorang perempuan Thailand dan memiliki seorang putra serta seorang putri. Pasangan itu berpisah beberapa tahun lalu.

ASOS dalam pernyataannya menyebut, "Kami sedih mendengar kabar wafatnya Quentin, salah satu pendiri awal kami. Ia memainkan peran penting pada masa-masa awal Asos, dan kami akan selalu berterima kasih atas kontribusinya. Pikiran dan doa kami bersama keluarga dan sahabatnya."

Juru bicara Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) juga menyatakan pihaknya mendukung keluarga korban dan berkoordinasi dengan otoritas setempat di Thailand.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Lawan Serangan Siber Yang Ganas, Fintech Wajib Investasi 3 Hal