Nganggur 14 Tahun Mendadak Transfer Rp 144 Triliun, Kok Bisa?

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Rabu, 25/02/2026 18:20 WIB
Foto: Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun lalu, terjadi transaksi Bitcoin aneh yang menjadi sorotan publik. Bukan transaksi biasa, melainkan terjadi aksi transfer terbesar sepanjang masa.

Terdapat 80.000 BTC atau saat itu bernilai US$8,6 miliar (Rp 144 triliun) yang mengendap selama 14 tahun. Ribuan Bitcoin tersebut berasal dari delapan dompet yang sudah tidak aktif sejak 2011.


Transfer dibagi menjadi beberapa kali dengan masing-masing sebesar 10 ribu BTC. Saat it,u perdagangan Bitcoin masih di bawah US$4 per koin atau disebut sebagai era Satoshi. Jumlah Bitcoin yang ditransfer melampui rekor sebelumnya yang 'hanya' 3.700 BTC.

"Ini merupakan pergerakan harian koin terbesar berusia 10 tahun atau lebih dalam sejarah," kata kepala penelitian CryptoQuant, Julio Moreno, dikutip dari Tech Spot, Rabu (25/2/2026).

Sejumlah pengamat mengatakan transfer dapat menjadi penanda perubahan kepemilikan. Selain itu dapat meningkatkan ke alamat dompet lebih baru atau kemungkinan pelanggaran keamanan.

Namun Direktur di Coinbase, Conor Grogan mengatakan kecil kemungkinan transfer 80 ribu BTC bukan karena peretasan. Namun kemungkinan karena pengujian kunci yang dimiliki pribadi apakah masih bisa dibuka.

"Kemungkinan kecil US$8 miliar dalam BTC telah diretas atau kunci pribadi yang dikompromikan," ujarnya.

Namun jika memang ada peretasan, maka bisa jadi pencurian terbesar yang pernah ada.

"Jika benar [sekali lagi, saya berspekulasi] ini akan jadi pencurian terbesar dalam sejarah manusia," kata Grogan.

Tech Spot juga mengatakan tidak ada bukti Bitcoin dijual atau dipindahkan. Arkham Intelligence mengatakan kemungkinan adanya peningkatan alamat dari format lama ke alamat yang lebih baru dan aman.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Lawan Serangan Siber Yang Ganas, Fintech Wajib Investasi 3 Hal