Trump Tunduk ke China, Amerika Mulai Terpecah Belah
Jakarta, CNBC Indonesia - Sikap Presiden AS Donald Trump yang 'melunak' ke China untuk beberapa hal memicu kontroversi. Pertama, Trump mengizinkan ekspor chip canggih H200 buatan Nvidia ke China, padahal sebelumnya chip itu 'diharamkan' dijual ke negara kekuasaan Xi Jinping.
Selanjutnya, pemerintahan Trump juga menangguhkan langkah-langkah keamanan teknologi utama yang ditujukan kepada Beijing. Partai Demokrat di DPR menyebut hal ini membahayakan keamanan nasional AS hanya demi menstabilkan hubungan dengan China.
Dalam surat yang dikirim ke Menteri Perdagangan Howard Lutnick yang dilihat Reuters, pemangku kebijakan melayangkan pertanyaan terkait penangguhan larangan terhadap operasi China Telecom, serta usulan larangan penjualan router TP-Link dan bisnis internet China Unicom dan China Mobile di AS, dikutip dari Reuters, Selasa (24/2/2026).
"Langkah pemerintah menunjukkan pola bermasalah yang mengorbankan keamanan nasional dan ekonomi AS untuk menjaga kestabilan hubungan dengan China dan menyelesaikan perang dagang yang dimulai sendiri oleh presiden," tulis Gregory Meeks, pejabat Demokrat kawakan di Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, serta Sydney Kamlager-Dove, pejabat Demokrat kawakan untuk panel Sub-komite Asia Selatan dan Tengah DPR AS.
Meeks dan Kamlager-Dove meminta ke Lutnick untuk memberi pengarahan kepada komite tentang penilaian apa pun yang dibuat lembaganya mengenai konsekuensi keamanan nasional dan keamanan teknologi dari keputusan tersebut.
Mereka juga menanyakan apakah benar bahwa kantor yang bertugas meneliti ancaman teknologi asing diperintahkan untuk fokus pada negara-negara selain China, seperti yang dilaporkan Reuters.
Kementerian Perdagangan dan Kedutaan Besar China di Washington tidak segera merespons permintaan komentar dari Reuters.
Surat ini merupakan bagian dari kekhawatiran yang lebih besar dari para pemangku kebijakan Demokrat terkait sikap Trump akhir-akhir ini. Mereka menilai pemerintahan Trump sedang mengekang setiap tindakan pemerintah AS yang dapat memicu permusuhan dengan Beijing setelah gencatan senjata perdagangan yang dicapai dengan Presiden China Xi Jinping pada Oktober 2025.
Trump berencana untuk kembali mengunjungi China pada 31 Maret hingga 2 April 2026. Ia dijadwalkan untuk bertemu dengan Xi Jinping.
Reuters melaporkan pemerintah AS juga menangguhkan langkah-langkah untuk membatasi penjualan truk dan bus listrik China ke AS. Larangan penggunaan alat-alat dari China untuk data center AS juga untuk sementara ditunda.
(fab/fab) Add
source on Google