Peneliti Israel Ungkap 50% Usia Manusia Sudah Ditentukan di Kandungan

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
22 February 2026 15:00
Ilustrasi Wanita Hamil (Photo by Pexels via Pixabay)
Foto: Ilustrasi Wanita Hamil (Photo by Pexels via Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Usia ditentukan oleh Tuhan yang maha kuasa. Namun, penelitian dari Institut Sains Weizmann, Israel, mengungkapkan bahwa rentang usia manusia dipengaruhi oleh berbagai elemen.

Penulis utama dan mahasiswa doktoral bidang fisika di Institut Sains Weizmann, Ben Shenhar mengatakan, salah satu faktor krusial yang ditemukan adalah peran genetik, yang diketahui berkontribusi sekitar 50% terhadap peluang seseorang untuk berumur panjang.

"Rentang hidup dipengaruhi banyak faktor, termasuk gaya hidup, gen, dan terpenting soal faktor kebetulan seperti organisme yang identik secara genetik dibesarkan di lingkungan yang sama tetapi meninggal dalam waktu berbeda," katanya, dikutip dari Times of Israel, Minggu (22/2/2026).

Studi sebelumnya menggunakan gen dari kembar Swedia dan Denmark yang berasal dari abad ke-19. Penelitian terbaru mencoba menghitung faktor pengaruhnya.

Pada temuan terbaru mengungkapkan salah satu faktor kematian adalah mortalitas ekstrinsik, yakni faktor lain dari luar tubuh. Faktor ini tidak diperhitungkan oleh penelitian sebelumnya, begitu juga kekerasan, kecelakaan, dan penyakit menular.

Para peneliti menggunakan rumus matematika dalam menghitung mortalitas ekstrinsik dari orang kembar. Sebelumnya telah diteliti kembar yang meninggal pada usia 90 tahun dengan alasan alami, sementara kembar lainnya meninggal karena penyakit menular pada usia 30 tahun.

Mortalitas ekstrinsik yang diteliti saat masih hidup, sebelum era antibioktik, menghasilkan 10 kali lebih tinggi dari sekarang. Khususnya karena penyakit menular telah mudah disembuhkan.

Dengan data baru, para peneliti telah memvalidasi prediksi kematian ektrinsik menutupi heritabilitas atau bagian dari keragaman yang terpengaruh oleh genetik.

Penulis studi senior dan ahli biologi sistem Weizmann Institute, Uri Alon mengatakan studi kembar sebelumnya menggunakan metode statistik menghasilkan sifat lain seperti tinggi badan, tekanan darah, serta sifat kepribadian. Namun, tidak terdampak oleh mortalitas ekstrinsik.

"Rata-rata umur harapan hidup adalah satu sifat khusus yang dipengaruhi mortalitas ekstrinsik. Karena penyebab kematian tidak dicatat dalam studi kembar lama, jadi tidak dikoreksi," ucapnya.

Gen berdampak pada umur panjang dalam dua arah. Yakni cacat genetik yang melemahkan yang bisa menyebabkan penyakit dan memperpendek umur, serta yang bisa bermanfaat untuk umur panjang.

Shenhar mencontohkan seseorang bisa berusia 100 tahun tanpa kondisi medis serius. Kemungkinan karena memiliki gen pelindung untuk penyakit bisa berkembang saat usia terus bertambah.

"Sejumlah gen telah diidentifikasi, meskipun seperti kebanyakan sifat kompleks, usia panjang mungkin dipengaruhi ratusan bahkan ribuan gen," kata Shenhar.

 

(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Dikira Punah, Peneliti Ungkap Harimau Jawa Berkeliaran di Wilayah Ini


Most Popular
Features