Peneliti Israel Bilang 50% Umur Manusia Sudah Ditentukan di Kandungan
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah temuan mengejutkan di dunia sains berhasil mengungkap fakta baru mengenai faktor pembentuk eksistensi kehidupan kita. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa separuh dari potensi lamanya seseorang hidup di dunia ternyata sudah ditentukan sejak mereka masih berwujud janin di dalam kandungan ibunya.
Penelitian komprehensif ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Institut Sains Weizmann (Weizmann Institute of Science), sebuah lembaga riset terkemuka di Israel. Berdasarkan hasil studi tersebut, genetik memegang peranan krusial hingga sekitar 50% sebagai indikator utama penentu faktor umur panjang seseorang.
Mengoreksi Studi Lama
Dalam merumuskan temuan ini, tim peneliti mengaji ulang data-data dari studi genetik lawas yang menggunakan objek anak kembar di Swedia dan Denmark yang berasal dari abad ke-19. Namun, penelitian terbaru ini mencoba mengoreksi dan menghitung variabel-variabel pengaruh yang lebih akurat.
Satu hal yang membedakan penelitian ini dengan studi pendahulunya adalah perhitungan terhadap komponen 'mortalitas ekstrinsik'. Sebagai informasi, mortalitas ekstrinsik merupakan faktor risiko kematian yang berasal dari luar tubuh manusia, seperti ancaman kekerasan, kecelakaan lalu lintas, hingga penularan wabah penyakit.
Faktor-faktor luar ini sebelumnya kerap luput atau tidak diperhitungkan dalam penelitian-penelitian masa lalu.
"Rata-rata umur harapan hidup adalah satu sifat khusus yang sangat dipengaruhi oleh mortalitas ekstrinsik. Karena penyebab kematian tidak dicatat secara detail dalam studi kembar yang lama, maka data tersebut tidak dikoreksi," kata penulis utama dan mahasiswa doktoral bidang fisika di Institut Sains Weizmann, Ben Shenhar, dikutip dari Times of Israel, Jumat (22/5/2026).
Pisau Bermata Dua Kode Genetik
Lebih lanjut, riset ini memaparkan bahwa faktor genetik yang dibawa manusia sejak di dalam kandungan sebenarnya bekerja dalam dua arah atau bak pisau bermata dua.
Di satu sisi, ada cacat genetik bawaan yang bersifat melemahkan tubuh. Hal inilah yang berpotensi memicu timbulnya berbagai penyakit kronis di kemudian hari dan berujung pada pemendekan usia biologis seseorang.
Namun di sisi lain, berkat kombinasi genetik sejak dalam kandungan, manusia juga bisa mendapatkan 'gen pelindung' (protective genes).
Keberadaan gen pelindung inilah yang menjelaskan fenomena mengapa ada sebagian orang yang bisa tetap hidup sehat hingga usia 100 tahun (centenarian) tanpa mengidap kondisi medis yang serius, meski usia terus bertambah.
"Sejumlah gen (pelindung) telah berhasil diidentifikasi. Meskipun seperti kebanyakan sifat yang kompleks, usia panjang seseorang kemungkinan besar dipengaruhi oleh ratusan atau bahkan ribuan gen," kata Shenhar.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]