Kiamat Ojol Diramal Kian Dekat, Ini Bukti Terbarunya
Jakarta, CNBC Indonesia - Unit kendaraan otonom Alphabet, Waymo, menyebut permintaan akan mobil tanpa pengemudi terus meroket. Waymo sendiri dikabarkan akan segera mendapat pendanaan jumbo senilai sekitar US$16 miliar. Pendanaan ini berpotensi mendongkrak valuasi Waymo hingga mendekati US$110 miliar.
Dalam skema pendanaan tersebut, Alphabet disebut akan menjadi penyumbang terbesar dengan suntikan dana sekitar US$13 miliar. Sementara sisanya berasal dari sejumlah investor global, seperti Sequoia Capital, DST Global, dan Dragoneer Investment Group.
Waymo menyatakan tetap berfokus pada keselamatan dan kepemimpinan teknologi untuk menjawab tingginya permintaan mobilitas otonom, meski enggan berkomentar terkait detail pendanaan, demikian dikutip dari Reuters, Senin (2/2/2026). Alphabet juga belum memberikan pernyataan resmi.
Sebelumnya, pada Desember 2025, media The Information melaporkan Waymo tengah menjajaki penggalangan dana dengan valuasi minimal US$100 miliar, menandakan minat investor yang masih sangat kuat terhadap teknologi kendaraan tanpa pengemudi.
Waymo merupakan satu-satunya perusahaan di Amerika Serikat yang saat ini mengoperasikan layanan robotaxi berbayar tanpa pengemudi maupun pendamping keselamatan di dalam kendaraan. Armada Waymo tercatat telah melampaui 2.500 unit.
Rencana pendanaan besar ini mencerminkan semakin sengitnya perlombaan global untuk mengomersialkan kendaraan otonom sepenuhnya. Para pelaku industri berlomba mempercepat inovasi teknologi, memperkuat standar keselamatan, dan menjalin kerja sama dengan regulator.
Sementara, tantangan keselamatan masih menjadi sorotan. Otoritas keselamatan lalu lintas AS baru-baru ini membuka penyelidikan atas insiden tabrakan yang melibatkan kendaraan otonom Waymo dan seorang anak di Santa Monica, California, AS.
Meski korban hanya mengalami luka ringan, insiden tersebut kembali memicu kekhawatiran publik terhadap keamanan layanan robotaxi.
(hsy/hsy)