Misteri Kotoran Mengambang di Luar Angkasa, Astronaut Saling Tuduh

dem, CNBC Indonesia
Jumat, 30/01/2026 20:30 WIB
Foto: Ilustrasi. Astronot dari SpaceX mulai memasuki Stasiun Luar Angkasa Internasional setelah pesawat luar angkasa SpaceX Crew Dragon berhasil merapat, Sabtu (24/4/2021). (NASA via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perjalanan ke luar angkasa dipenuhi beragam kisah unik yang tidak bakal ditemui dalam perjalanan biasa di Bumi. Salah satunya adalah "insiden kotoran melayang" dalam misi Apollo 10 mengelilingi Bulan pada 1969.

Kisah tentang misteri kotoran terbang diketahui publik setelah NASA merilis dokumen perjalanan misi Apollo 10 untuk publik. Sumbernya adalah transkrip 500 halaman yang berisi percakapan para astronaut saat mereka berada di wahana bulan.

Ada tiga astronaut yang berbagi ruang di modul kecil yang digunakan oleh misi Apollo 10 mengelilingi Bulan. Mereka adalah Tom Stafford, Gene Cernan, dan John Youung.


Kehebohan soal kotoran terbang ditemukan di halaman 414 transkrip atau hari ke-6 dalam misi 8 hari mereka.

"Ayo mengaku, ini kerjaan siapa," kata Stafford.

"Kerjaan apa?" kata Young.

"Kerjaan siapa ini?" kata Stafford dilanjutkan dengan suara tertawa.

"Itu dari mana?" kata Young.

"Berikan serbet, cepat. Ada kotoran yang mengambang di udara," kata Stafford.

"Bukan saya. Itu bukan punya saya," kata Young.

"Bukan punya saya juga," kata Cernan.

"Punya saya lebih lengket dari itu. Buang," kata Stafford.

Setelah kehebohan akibat kotoran mengambang berlalu, para astronaut melanjutkan percakapan soal isu lain. Namun hanya beberapa menit, kehebohan berlanjut.

"Ini ada kotoran lainnya. Kalian kenapa sih?" kata Cernan.

Stafford dan Young tertawa.

"Jika itu punya saya, saya pasti sadar ketika saya buang air di lantai," kata Cernan.

"Jadi itu mengambang begitu saja?" kata Stafford.

Hingga akhir transkrip perjalanan misi misteri pemilik kotoran yang mengambang tak terpecahkan. Kemungkinan, kotoran tersebut keluar dari kantung yang digunakan untuk menyimpan kotoran manusia. Astronaut memang menggunakan kantong yang dicampur dengan disinfektan sebagai pengganti toilet.

Menurut NASA, buang air besar di orbit membutuhkan kemampuan khusus untuk memastikan kotoran keluar langsung masuk ke kantong yang ukurannya tidak terlalu besar.

"Secara umum, sistem pengelolaan limbah di Apollo dinilai memuaskan menurut para teknisi. Namun, pandangan para kru, sistem tersebut pasti diberikan nilai buruk," seperti tertulis dalam salah satu laporan soal misi Apollo.

Pada era yang lebih modern, NASA mulai menggunakan teknologi penyedotan khusus untuk membantu astronaut buang air di lingkungan tanpa gravitasi. Samantha Cristoforetti menunjukkan toilet di Stasiun Luar Angkasa dalam video YouTube di bawah ini.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Registrasi SIM Card Diperketat, Bos Operator Selular Bilang Ini