Astronaut Mendadak Sakit Misterius di Antariksa, NASA Buka Suara
Jakarta, CNBC Indonesia - NASA tiba-tiba memulangkan empat astronaut dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), setelah satu di antaranya mengalami sakit misterius pada awal pekan ini.
NASA tak banyak berkomentar soal penyakit tersebut. Kru yang mengalami sakit juga tak diidentifikasi. Chief Health & Medical NASA, James 'JD' Polk, hanya mengatakan astronaut yang sakit saat ini dalam kondisi stabil.
Kendati demikian, NASA harus mengambil tindakan pencegahan dengan memutuskan para astronaut pulang ke Bumi, dikutip dari ArsTechnica, Jumat (1/9/2025).
Astronaut yang sakit tergabung dalam misi 'Crew-11'. Misi tersebut meluncur ke ISS pada 1 Agustus 2025 dan dijadwalkan pulang ke Bumi pada 20 Februari 2026. Namun, mereka terpaksa pulang lebih awal. Para astronaut Crew-11 akan bertolak dari ISS dalam beberapa hari ke depan.
"Setelah berdiskusi dengan Dr. JD Polk dan para pemimpin di seluruh lembaga, saya telah sampai pada keputusan bahwa demi kepentingan terbaik para astronaut kami, Crew-11 harus dipulangkan lebih awal dari jadwal keberangkatan mereka," kata Administrator NASA Jared Isaacman pada Kamis (8/1) waktu setempat.
Misi Crew-11 dipimpin oleh komandan Zena Cardman, 38 tahun, yang menyelesaikan misi pertamanya ke luar angkasa. Komandan kedua adalah pilot Mike Fincke, seorang astronaut berusia 58 tahun yang menjalani penerbangan luar angkasa keempatnya. Astronaut Jepang Kimiya Yui, 55 tahun, dan kosmonot Rusia Oleg Platonov, 39 tahun, melengkapi kru.
Isaacman mengatakan NASA akan merilis informasi lebih lanjut tentang jadwal pelepasan dan masuk kembali Crew-11 dalam 48 jam ke depan. Kru akan pulang dengan pesawat ruang angkasa SpaceX Crew Dragon yang sama yang mereka luncurkan lebih dari lima bulan lalu.
Seluruh kru harus kembali ke Bumi bersama-sama karena mereka bergantung pada pesawat ruang angkasa Dragon yang sama sebagai sekoci penyelamat.
"Selama lebih dari 60 tahun, NASA telah menetapkan standar untuk keselamatan dan keamanan dalam penerbangan luar angkasa berawak," kata Isaacman.
"Dalam upaya ini, termasuk 25 tahun kehadiran manusia secara terus menerus di ISS, kesehatan dan kesejahteraan astronot kami selalu dan akan menjadi prioritas tertinggi kami," ia menambahkan.
Polk mengatakan NASA belum siap merilis detail masalah medis tersebut, dengan alasan privasi. "Saya tidak akan berbicara tentang astronaut tertentu atau diagnosis spesifik tertentu," kata Polk.
"Saya meminta agar kita tetap menghormati privasi astronaut tersebut," ujarnya.
Dua astronaut Crew-11, Cardman dan Fincke, bersiap melakukan perjalanan luar angkasa (spacewalk) di luar ISS pada Kamis (8/1) pagi. Persiapan spacewalk di ISS meliputi periode menghirup oksigen dengan konsentrasi tinggi untuk membersihkan nitrogen dari aliran darah astronaut, sebuah mitigasi untuk menghindari penyakit dekompresi ketika anggota kru terkurung di dalam atmosfer oksigen murni pakaian antariksa mereka.
Polk mengatakan apa pun yang terjadi pada hari Rabu tidak ada hubungannya dengan persiapan untuk spacewalk.
"Ini sama sekali tidak terkait dengan operasi apa pun di dalam pesawat. Ini sebagian besar adalah masalah medis di area mikrogravitasi yang sulit dengan perangkat keras yang kami miliki untuk menyelesaikan diagnosis," ia menuturkan.
Yui menghubungi pengendali misi di Houston pada Rabu sore untuk meminta konferensi medis pribadi dengan dokter penerbangan, kemudian meminta tim darat untuk menyalakan tampilan kamera di dalam stasiun sebelum sesi tersebut.
Sesi medis dilakukan melalui saluran radio pribadi, dan tidak terdengar pada jalur komunikasi reguler antara stasiun ruang angkasa dan pusat kendali misi. Rekaman percakapan terbuka itu disiarkan secara online sepanjang waktu, tetapi NASA menghapus siaran audio dari YouTube segera setelah kru meminta konferensi medis tersebut.
NASA secara terbuka mengungkapkan masalah medis pada salah satu astronautnya pada Rabu sore, kemudian mengumumkan pada Rabu malam bahwa para pejabat sedang mempertimbangkan untuk memulangkan kru lebih awal.
"Saya tidak akan membahas detail spesifik tentang insiden medis itu sendiri," kata Polk.
"Tetapi kru sangat terlatih, dan mereka segera membantu rekan mereka, dan itulah sebagian alasan mengapa kami melakukan pelatihan tersebut."
ISS dilengkapi dengan peralatan medis dan obat-obatan untuk membantu astronaut menanggapi keadaan darurat. Anggota kru dilatih untuk melakukan USG, melakukan defibrilasi pada pasien, dan memasang infus, di antara hal-hal lainnya.
Perawatan medis yang tersedia di ISS mirip dengan apa yang mungkin diberikan oleh petugas medis darurat (EMT) dalam perjalanan ke rumah sakit, kata mantan astronot Tom Marshburn, yang juga seorang dokter, pada tahun 2021.
"Kami memiliki serangkaian peralatan medis yang sangat lengkap di ISS, tetapi kami tidak memiliki jumlah peralatan lengkap yang akan saya miliki di departemen gawat darurat, misalnya, untuk menyelesaikan pemeriksaan pasien," kata Polk.
Para pengelola ISS membutuhkan beberapa hari untuk menentukan kapan pesawat ruang angkasa Dragon akan meninggalkan stasiun. SpaceX akan mengirimkan kapal penyelamat dari California Selatan untuk berlayar menuju zona pendaratan di Samudra Pasifik, dan para pejabat akan menilai kondisi cuaca dan laut sebelum memilih kesempatan terbaik untuk meninggalkan stasiun.
Seperti setiap kepulangan awak, kapal tersebut akan dilengkapi dengan personel medis untuk memeriksa para astronaut setelah keluar dari kapsul Dragon.
"Karena kondisi astronaut benar-benar stabil, ini bukan evakuasi darurat," kata Polk. "Kami tidak akan segera menurunkan astronaut," ia menuturkan.
Namun, tanpa diagnosis pasti mengenai masalah medis astronaut, ada beberapa risiko yang masih ada bagi kesehatan astronot jika mereka tetap berada di orbit, kata Polk. Itulah mengapa Isaacman dan para wakilnya sepakat untuk mengakhiri misi Crew-11 lebih awal.
Ini adalah keputusan paling signifikan dalam masa jabatan Isaacman yang masih muda sebagai administrator NASA. Ia dilantik sebagai kepala NASA bulan lalu setelah lolos pemungutan suara konfirmasi di Senat. Sebelum memimpin NASA, Isaacman meniti karier sebagai pengusaha dan astronot swasta, terbang ke luar angkasa dua kali dalam misi komersial dengan SpaceX.
(fab/fab)[Gambas:Video CNBC]