Aturan Negara Dibuat Pakai AI, Dunia Sudah Berubah Total

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 17:00 WIB
Foto: Presiden AS Donald Trump memegang Piagam Dewan Perdamaian yang telah ditandatangani, saat ia mengikuti pengumuman piagam untuk inisiatif Dewan Perdamaiannya yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik global, bersamaan dengan Forum Ekonomi Dunia (WEF) ke-56, di Davos, Swiss, 22 Januari 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst)

Jakarta, CNBC Indonesia - Artificial Intelligence (AI) mulai merambah lebih jauh dalam kehidupan manusia. Dalam sebuah laporan, pemerintahan Amerika Serikat (AS) dikabarkan akan menggunakan teknologi itu untuk membuat sebuah peraturan.

Laporan Propublica mengutip catatan Departemen Transportasi AS dan wawancara dengan enam staf lembaga mengatakan aturan transportasi akan dibuat dengan AI. Pihak lembaga juga telah mempresentasikan mengenai potensi AI untuk merevolusi cara menyusun aturan dengan tujuan membantu pekerjaan lebih baik dan efisien.


"Demonstrasi itu menampilkan alat AI terbaru yang menarik dan tersebut bagi para penulis peraturan DoT untuk membantu kita melakukan pekerjaan kita dengan lebih baik dan lebih cepat," kata pengacara lembaga Daniel Cohen dikutip Selasa (27/1/2026).

Catatan rapat itu juga mengungkapkan diskusi terus berlanjut di antara pimpinan lembaga minggu lalu. Bahkan penasihat umum departemen, Gregory Zerzan menyebutk presiden Donald Trump sangat antusias dengan inisiatif baru.

Zerzan juga menyebut departemen transportasi itu akan jadi yang pertama mengimplementasikan penggunaan AI untuk menyusun peraturan.

Menurut catatan rapat juga, Zerzan lebih tertarik pada kuantitas peraturan berbasis AI. Karena tidak membutuhkan aturan dengan kualitas baik dan sempurna.

Zerzan kembali mempertegas pandangannya dalam sebuah pertemuan lain. Dia menegaskan aturna bisa dari ide ke draf lengkap yang siap ditinjauh Kantor Informasi dan Urusan Regulasi dalam 30 hari.

"Seharusnya tidak perlu butuh waktu lebih 20 menit menghasilkan draf aturan dari Gemini," ucapnya.

Ternyata rencana ini mendapatkan sejumlah dukungan. Alasannya terkait kecepatan, sebab menulis dan merevisi aturan yang kompleks butuh waktu lama hingga bisa bertahun-tahun.

Meski begitu, ada juga yang khawatir soal rencana implementasi AI pada aturan federal. Karena aturan di Departemen Transportasi menyentuh aspek keselamat transportasi, seperti menjaga pesawat untuk tetap terbang hingga menghentikan kereta yang membawa bahan kimia beracun dan tidak tergelincir.

Bahkan rencana ini membuat sejumlah staf bertanya, mengapa pemerintah akan menyerahkan penulisan penting itu pada teknologi yang terbilang baru dan dikenal kerap melakukan kesalahan.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Transaksi Digital Bikin Bisnis Properti - Logistik Makin Cuan