Bumi Mulai Ditinggal, Booking Hotel di Bulan Harganya Rp 16 Miliar
Jakarta, CNBC Indonesia - Manusia makin berambisi untuk 'menjajah' antariksa. Bukan cuma bermimpi untuk tinggal di Mars, manusia di Bumi juga mulai menjajal cara untuk berlibur di Bulan.
Perusahaan bernama GRU Space mengumumkan rencananya untuk membangun beberapa properti di Bulan, salah satunya hotel yang rancangannya terinspirasi oleh Palace of the Fine Arts di San Francisco.
Di awal tahun ini, perusahaan mengajak beberapa orang yang berminat untuk menanam deposit di kisaran US$250.000 hingga US$1 juta (sekitar Rp4,2 miliar hingga Rp16,8 miliar).
Deposit itu akan memberikan mereka hak untuk turut dalam misi ke permukaan Bulan yang ditargetkan enam tahun dari sekarang.
ArsTechnica berbicara langsung dengan pendiri GRU Space, Skyler Chan, yang baru saja lulus dari University of California, Barkeley. Seperti kebanyakan orang, Chan saat kecil bercita-cita menjadi astronaut.
Namun, seiring waktu, mimpi Chan berubah. Ia bukan cuma ingin menjelajahi antarisa seorang diri, tetapi juga mengajak masyarakat umum untuk pergi ke wilayah luar Bumi.
"Saya menyadari bahwa saya lahir di zaman di mana kita benar-benar bisa tinggal antarplanet, dan itu mungkin satu-satunya hal paling berdampak yang bisa dilakukan seseorang dengan waktunya," kata Chan.
"Jadi saya bergegas membangun sistem dan teknologi yang diperlukan untuk mewujudkan masa depan itu. Itulah yang sebenarnya membawa saya ke Berkeley untuk belajar teknik elektro dan ilmu komputer," ia menambahkan, dikutip dari ArsTechnica, Selasa (13/1/2026).
Ia memiliki beberapa pengalaman menarik di perguruan tinggi, magang di Tesla untuk menulis software kendaraan, dan membangun printer 3D yang didanai NASA dan diluncurkan ke luar angkasa.
Chan juga menyadari sesuatu yang mengejutkan tentang Bulan. Ada banyak orang yang membangun teknologi canggih untuk membawa manusia ke Bulan.
Namun, ia menyadari bahwa sebagian besar aktivitas ini didukung oleh dua pilar: pemerintah AS dan perusahaan yang didanai miliarder. Siapa, pikirnya, pelanggan utama untuk layanan ini? Dan apakah sebenarnya ada pelanggan komersial untuk apa yang dijual?
"Saya sadar kita butuh menciptakan pilar ketiga, yaitu industri pariwisata," ujarnya.
"Kita bisa membuktikan bahwa ada pasar yang ingin ke Bulan, dan membangun hotel pertama di sana. Setelah membangun hotel, kita bisa membangun struktur, seperti jalan, gudang, dan basis-basis yang diperlukan. Selanjutnya, kita bisa ulang pendekatan yang sama ke Mars. Itu yang ingin saya lakukan," ia menjelaskan.
GRU Space sudah mendapat pendanaan awal dari Y Combinator. Perusahaan ini juga akan mengikuti program selama tiga bulan pada awal tahun ini. Hal tersebut bisa membantu Chan memoles produknya dan memberikan kesempatan lebih untuk mendapat penambahan dana.
Saat ini, perusahaan berencana untuk menerbangkan misi pertamanya pada tahun 2029 dengan muatan 10 kg pada wahana pendarat Bulan komersial, mendemonstrasikan kemampuan struktur fleksibel dan mengubah regolit Bulan menjadi batu bata bulan menggunakan geopolimer.
Dengan misi keduanya, perusahaan berencana untuk meluncurkan struktur fleksibel yang lebih besar ke dalam "lubang Bulan" untuk menguji versi yang lebih besar dari kemampuan pengembangan sumber dayanya.
Hotel pertama dengan struktur fleksibel akan diluncurkan pada 2032 mendatang dan memiliki kapasitas tamu sebanyak empat orang. Selanjutnya, struktur yang lebih pakem dengan menggunakan bata dari Bulan, akan dibentuk dengan gaya menyerupai Palace of the Fine Arts.
ArsTechnica kemudian menanyakan kenapa harus membangun hotel di Bulan. Kenapa tidak membangun pesawat Starship seperti SpaceX yang memiliki interior yang cukup untuk mendukung penginapan bagi turis yang ingin ke luar angkasan.
"SpaceX membangun logistik untuk tiba di luar angasa. Namun, harus ada destinasi yang layak untuk menetap. Banyak perdebatan soal ini, tetapi menurut saya masalah fundamental yang harus dipecahkan bagi manusia untuk datang ke Bulan atau Mars, adalah menyediakan habitat di sana," ia menjelaskan.
"Kita tidak bisa terus membiarkan semua orang tinggal di kapal pertama yang berlayar ke Amerika Utara, kan? Kita harus membangun jalan, bangunan, dan kantor tempat kita tinggal saat ini," ia memungkasi.
(fab/fab)[Gambas:Video CNBC]