Bangkitnya Raja Internet Dunia, Nilainya Tembus Rp 67.000 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Alphabet, induk usaha Google, makin memantapkan posisinya sebagai raja internet dunia. Dalam laporan terbaru pada Senin (12/6/2026), perusahaan itu mencatatkan valuasi pasar US$4 triliun atau sekitar Rp 67.472 triliun untuk pertama kalinya.
Reuters melaporkan saham kelas A perusahaan naik 1,7% menjadi US$334,04 (Rp 5,6 juta) untuk mencapai rekor tertingginya. Capaian valuasi itu, dalam laporan yang sama disebutkan karena fokus AI Alphabet yang makin tajam.
Alphabet juga telah melampaui kapitalisasi pasar raksasa teknologi lainnya, Apple untuk pertama kalinya sejak 2019. Hal ini membuat perusahaan menjadi perusahaan berharga kedua di muka Bumi.
Alphabet yang kian fokus pada teknologi AI membuat keraguan pada strategi perusahaan kian mereda. Sebelumnya, kiprah Alphabet sebagai raja internet sempat dipertanyakan dengan kemunculan banyak startup AI baru yang digadang-gadang akan menggantikan dominasi Google Search dan layanan Alphabet lainnya.
Namun, pada akhirnya Alphabet bisa mengejar ketertinggalan untuk tetap relevan di era AI, mendorong perusahaan kembali ke garis terdepan dalam persaingan di industri itu.
"Dari 7 saham Magnificient Seven, Alphabet menjadi satu-satunya nama yang mengejutkan selama 12 bulan terakhir dan membuat kemajuan di luar model tradisionalnya," kata CEO Ladenburg Thalmann Asset Management, Phil Blancato, dikutip dari Reuters, Selasa (13/1/2026).
Dia mengakui inovasi yang dilakukan Alphabet menjadi pembeda dari perusahaan lainnya. Dampaknya bisa dilihat dari data pendapatan perusahaan.
"Yang patut diakui dari perusahaan adalah terkait inovasi, ini yang membedakan mereka dari banyak perusahaan belakangan ini., dan Anda bisa melihatnya dari data pendapatan," jelasnya.
Model AI buatan perusahaan makin digunakan secara luas. Kesepakatan Alphabet terbaru akan membuat model AI Apple terbaru berbasis Gemini dari Google.
Laporan awal tahun ini juga menyebutkan Samsung Electronics akan menggandakan jumlah perangkat seluler dengan fitur AI yang didukung Gemini.
Alphabet juga makin di atas angin setelah Gemini 3 terbaru mendapatkan ulasan positif. Hal ini meninggalkan pesaing terberatnya OpenAI, yang mendapatkan kritikan soal GPT-5.
Selain itu, Alphabet juga mengantongi pendapatan dari chip AI yang dikembangkan sendiri. Sebelumnya chip tersebut hanya untuk penggunaan internal saja.
Laporan The Information mengatakan Meta Platform tengah dalam pembicaraan untuk chip Alphabet. Pemilik Facebook itu siap menghabiskan miliaran dolar untuk chip yang kabarnya digunakan pada pusat data perusahaan mulai tahun depan.
(fab/fab)