Bangkitnya Raja Internet Dunia, Nilainya Tembus Rp 65.000 Triliun

Redaksi,  CNBC Indonesia
08 January 2026 13:20
Google. (REUTERS/Francis Mascarenhas/File Photo)
Foto: REUTERS/Francis Mascarenhas

Jakarta, CNBC Indonesia - Alphabet yang merupakan perusahaan induk Google berhasil melampaui Apple untuk pertama kalinya sejak 2019, dilihat dari nilai kapitalisasi pasar (market capitalization).

Nilai Alphabet ditutup di angka US$3,88 triliun (Rp65.000 triliun) pada Rabu (7/1) waktu setempat. Sahamnya naik lebih dari 2%, ditutup ke angka US$322,03.

Sementara itu, nilai Apple pada hari yang sama ditutup di angka US$3,84 triliun, seiring sahamnya yang anjlok lebih dari 4% dalam 5 hari terakhir.

Posisi market capitalization kedua raksasa teknologi menunjukkan perbedaan dalam strategi mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI), menurut laporan CNBC International, Kamis (8/1/2026).

Alphabet mengakhiri 2025 sebagai salah satu perusahaan dengan kinerja paling moncer di Wall Street, seiring dengan ambisinya untuk unjuk gigi di sektor AI. Google sempat kehilangan taringnya karena pertumbuhan AI yang drastis dan tekanan kompetisi dengan perusahaan-perusahaan baru, tetapi mampu bangkit dan memantapkan posisinya sebagai raja internet.

Pada November lalu, Alphabet meluncurkan 'Ironwood', yakni unit pemrosesan tensor generasi ke-7 yang digadang-gadang bisa menjadi alternatif chip Nvidia.

Bukan cuma di sektor chip, Google pada Desember lalu juga memperkenalkan sistem AI 'Gemini 3' yang mendapat sambutan positif.

Saham Alphabet melonjak 65% sepanjang 2025, mencatat pertumbuhan paling tajam sejak 2009 ketika saham-saham naik dua kali lipat setelah keluar dari krisis keuangan.

CEO Alphabet Sundar Pichai berulang kali mengatakan bahwa perusahaan selalu merespons permintaan pasar. Dalam laporan kinerja Alphabet pada Oktober 2025, Pichai mengatakan bisnis cloud Google telah meneken kesepakatan lebih dari US$1 miliar pada 2025 hingga Q3 2025, atau lebih tinggi ketimbang dua tahun sebelumnya.

Sementara itu, Apple yang mulai menggenjot pengembangan AI masih belum cukup menunjukkan taringnya. Apple bisa dibilang sebagai salah satu perusahaan teknologi yang terlambat dalam mengadopsi AI setelah tren AI dibawa OpenAI melalui ChatGPT pada akhir 2025.

Apple sebenarnya dijadwalkan untuk meluncurkan asisten AI Siri generasi baru pada tahun lalu, tetapi perusahaan memutuskan untuk menundanya. Apple kemudian berjanji untuk meluncurkan Siri yang lebih personal di 2026 ini.

Firma Wall Street Raymond James menurunkan ekspektasi target untuk Apple dengan menyebut pertumbuhan akan sulit dicapai produsen iPhone pada 2026.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Turun Gunung Usai Google dan Apple Dipalak Habis-habisan


Most Popular
Features