Indonesia Pertama, Dunia Ramai-Ramai Pantau RI

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Senin, 12/01/2026 08:55 WIB
Foto: Logo xAI dan Grok. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia jadi yang pertama memblokir sementara Grok di dunia. Keputusan ini terjadi setelah chatbot AI itu menghasilkan gambar asusila dari permintaan pengguna X.

Sejumlah media asing memberitakan keputusan pemerintah Indonesia yang diumumkan Sabtu lalu (10/1/2026). Salah satunya adalah France24 dalam artikel berjudul Malaysia suspends access to Musk's Grok AI: regulator.

Di dalam artikel dimuat Indonesia menjadi negara pertama yang memutus akses Grok di dunia. Sementara di wilayah lain, alat AI itu juga dibatasi untuk pengguna berbayar saja.


Sebelumnya xAI, perusahaan milik miliarder Elon Musk yang berada di balik Grok telah membatasi pembuatan dan pengeditan gambar untuk pelangan berbayar. Ini dilakukan untuk mengupayakan perbaikan celah keamanan dengan kemunculan konten seksual di platform X.

"Pada hari Sabtu, Indonesia jadi negara pertama yang menolak akses ke alat tersebut, yang di tempat lain bisa diakses hanya untuk pelanggan berbayar," tulis France24, dikutip Senin (12/1/2026).

Laporan itu juga menyebutkan Malaysia, jadi negara berikutnya yang juga membatasi sementara akses ke Grok untuk penggunanya di negara tersebut. Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia menjelaskan keputusannya terkait penyalahgunaan alat tersebut untuk menghasilkan gambar cabul, eksplisit secara seksual, tidak senonoh, menyinggung dan hasil manipulasi tanpa persetujuan.

Laporan lain juga dituliskan oleh CNBC Internasional berjudul Indonesia temporarily blocks access to Elon Musk's Grok over sexualized images. Situs itu juga menyertakan pernyataan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid terkait keputusan pemerintah mengenai pemblokiran karena adanya pelanggaran serius pada hak asasi manusia, martabat, dan keamanan masyarakat di ruang digital.

Al Jazeera mengeluarkan artikel berjudul Indonesia blocks access to Musk's AI chatbot Grok over deepfake images. Sama seperti laporan lainnya, Al Jazeera juga menyoroti pemblokiran dan alasan kebijakan pemerintahan memberlakukan hal tersebut.

Laporan yang sama juga menyinggung soal keputusan pembatasan fitur yang dilakukan xAI untuk pelanggan berbayar. Ternyata keputusan itu dikritik oleh pejabat Eropa dan aktivitas teknologi karena dinilai gagal mengatasi kekhawatiran mereka terkait penggunaan Grok.

Hal serupa disampaikan Kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang menilai tindakan perusahaan bukan sebuah solusi, melainkan hinaan pada para korban hasil gambar asusila Grok.

"Hal itu sama dengan mengubah fitur AI untuk pembuatan gambar ilegal menjadi layanan premium. Ini menghina korban misogini dan kekerasan seksual," kata juru bicara.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video:Pakai Teknologi AI, Bisnis Tambang Kian "Cerdas" & Berkelanjutan