MARKET DATA

Warga RI Kecanduan Nonton Film Bajakan di Telegram, Pengusaha Teriak

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
30 November 2025 18:15
REFILE - CLARIFYING CAPTION Silhouettes of mobile users are seen next to a screen projection of Telegram logo in this picture illustration taken March 28, 2018.  REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembajakan film Indonesia melalui aplikasi media sosial Telegram membuat pengusaha di Industri perfilman Indonesia makin resah karena dapat membebani pengusaha perfilman Indonesia

Hal ini diungkap oleh Ketua Umum Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI), Hermawan Sutanto, di mana kasus pembajakan film Indonesia, termasuk di Telegram membuat para pengusaha mengalami kerugian yang cukup besar dari 2017 hingga 2025, yakni mencapai Rp 25 triliun.

"Kami melihat ada Rp 25 triliun kerugian yang muncul dari streaming terhadap pembajakan film nasional. Jika satu orang menonton film nasional di layanan streaming resmi, maka ada 2,3 kalinya yang menonton bajakan. Ini yang menjadi concern kami," kata Hermawan dikutip, Minggu (30/11/2025).

Hermawan mengungkapkan, Telegram menjadi platform media sosial yang marak terjadinya pembajakan film Indonesia. Di platform ini, biasanya cukup banyak tautan untuk mengakses layanan streaming ilegal.

"Di Telegram, saya menemukan banyak link-link untuk mengakses streaming ilegal, termasuk ada film-film Indonesia," jelasnya.

Tautan tersebut dibagikan secara gratis dan tentunya merugikan para kreator dan menggerogoti industri kreatif Indonesia. Pembajakan di Telegram bukan hanya masalah sepele. Dampaknya nyata dan mengkhawatirkan. Karena aksi ini, kreator kehilangan pendapatan dari hasil jerih payah mereka.

Industri kreatif di Indonesia, termasuk industri perfilman Indonesia terancam terhambat oleh praktik pembajakan ini. Meskipun banyak pihak telah menyuarakan keresahan mereka, upaya untuk menangani pembajakan konten di Telegram masih terkesan lamban.

Karenanya lambannya penindakan, maka para pembajak makin leluasa menyebarkan konten bajakan mereka dan merugikan pemilik, pembuat, serta konsumen yang ingin menikmati konten secara legal.

(wur/wur)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Raja Mafia Streaming Ilegal Dipenjara, Segini Kerugiannya


Most Popular