Kanye West Batal Punya Media Sosial Sendiri, Ada Apa?

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
02 December 2022 19:50
FILE - In this Nov. 6, 2019, file photo, Kanye West attends the WSJ. Magazine 2019 Innovator Awards at the Museum of Modern Art in New York.  The rap superstar will design adult and kids' clothing that will be sold at Gap in 2021. Yeezy is best known for pricey sneakers that sell out online quickly. But Yeezy footwear, made with sneaker company Adidas, won't be sold at Gap.  (Photo by Evan Agostini/Invision/AP, File) Foto: Kanye West (Evan Agostini/Invision/AP/Evan Agostini)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kanye West tidak akan lagi mengakuisisi Parler, platform media sosial alternatif yang disukai oleh kaum konservatif termasuk beberapa ekstrimis sayap kanan. Perusahaan mengumumkan pada Kamis (1/12).

Rapper yang juga mantan suami Kim Kardashian secara resmi mengubah namanya menjadi Ye.

"Keputusan untuk membatalkan kesepakatan itu saling menguntungkan," tulis Parler dalam cuitan di Twitter, dikutip CNN, Jumat (2/12/2022).

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan induk Parler, Parlement Technologies, mengatakan telah setuju dengan Ye untuk menghentikan niat penjualan Parler.

Keputusan ini dibuat untuk kepentingan kedua belah pihak pada pertengahan November. Niat Ye untuk membeli Parler pertama kali diumumkan pada bulan Oktober.

"Parler akan terus mengejar peluang masa depan untuk pertumbuhan dan evolusi platform untuk komunitas kami yang dinamis," kata perusahaan

CNN telah menghubungi perwakilan Ye untuk memberikan komentar.

Kesulitan bisnis Ye yang sedang berlangsung merupakan faktor dalam keputusan bersama, kata seseorang yang mengetahui masalah tersebut kepada CNN.

Dalam beberapa minggu terakhir, Ye telah melihat sejumlah kesepakatan bisnis yang menguntungkan, menguap begitu saja karena pernyataan antisemitnya.

Pada bulan Oktober, pembuat pakaian olahraga Adidas mengatakan telah mengakhiri kemitraannya dengan Ye. Kemitraan lainnya, termasuk dengan Gap dan Balenciaga, juga telah berakhir.

Dan awal minggu ini, Ye mengklaim di podcast sayap kanan bahwa Internal Revenue Service telah membekukan beberapa akunnya karena tagihan pajak yang belum dibayar senilai US$50 juta.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Awas Jangan PHP, Filipina Usul Ghosting Kena Hukum Kriminal


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading