Bos FTX Bangkrut Borong Rumah Mewah Sepulau, Ortu Kebagian

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
24 November 2022 08:50
Pemandangan pintu masuk Albany, komunitas yang terjaga keamanannya dan salah satu resor tepi laut paling eksklusif di dunia, di New Providence, Bahama, 18 November 2022. (REUTERS/Koh Gui Qing) Foto: Pemandangan pintu masuk Albany, komunitas yang terjaga keamanannya dan salah satu resor tepi laut paling eksklusif di dunia, di New Providence, Bahama, 18 November 2022. (REUTERS/Koh Gui Qing)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pendiri perusahaan penukaran kripto FTX, Sam Bankman-Fried dan jajaran petinggi lainnya dari bursa kripto tersebut ketahuan belanja sejumlah rumah mewah di penjuru Bahama.

Rumah itu tercatat atas nama Bankman-Fried, orang tua, serta para eksekutif senior di bursa kripto yang bangkrut itu. Menurut laporan, setidaknya ada 19 properti di Bahama senilai hampir US$ 121 juta atau sekitar Rp 1,9 triliun yang dibeli selama dua tahun terakhir.

Secara terpisah, pengacara FTX mengatakan bahwa salah satu unit perusahaan menghabiskan US$ 300 juta di Bahama untuk membeli rumah dan properti liburan untuk staf seniornya. FTX pun disebut berjalan sebagai kekuasaan pribadi Bankman-Fried.

Mayoritas yang dibeli adalah rumah mewah di tepi pantai, termasuk tujuh kondominium di komunitas resor mahal bernama Albany, dengan harga hampir US$ 72 juta.

Mengutip Reuters, Kamis (24/11/2022), akta menunjukkan properti dibeli oleh salah satu unit FTX, akan digunakan sebagai tempat tinggal personel inti perusahaan. Namun Reuters tidak bisa menentukan siapa yang tinggal di apartemen tersebut.

Sementara dokumen untuk properti lain dengan akses pantai di Old Fort Bay, menunjukkan orang tua Bankman Fried, profesor hukum Universitas Stanford Joseph Bankman dan Barbara Fried, sebagai penandatangan.

Menurut salah satu dokumen bertanggal 15 Juni 2022, properti itu digunakan sebagai rumah liburan. Ketika ditanya Reuters mengapa pasangan itu memutuskan membeli rumah peristirahatan di Bahama dan cara pembayarannya, apakah secara tunai, KPR atau oleh pihak ketiga seperti FTX, juru bicaranya hanya mengatakan mereka telah mencoba mengembalikan properti itu ke FTX.

"Sejak sebelum proses kepailitan, Tuan Bankman dan Nyonya Fried telah berusaha mengembalikan akta tersebut ke perusahaan dan sedang menunggu instruksi lebih lanjut," kata juru bicara tersebut. Ia menolak menjelaskan lebih lanjut.

Meskipun diketahui bahwa FTX dan karyawannya membeli real estat di Bahama, tempat ia mendirikan kantor pusatnya pada September tahun lalu, catatan properti yang dilihat oleh Reuters menunjukkan untuk pertama kalinya skala pembelian mereka dan tujuan penggunaan sebagian dari real estat.

FTX, yang mengajukan kebangkrutan awal bulan ini setelah penarikan pelanggan yang terburu-buru, tidak menanggapi permintaan komentar. Bankman-Fried tidak menanggapi permintaan komentar.

Bankman-Fried mengatakan kepada Reuters bahwa dia tinggal di sebuah rumah bersama sembilan rekan lainnya. Untuk karyawan, FTX menyediakan makanan gratis dan layanan "mirip Uber in-house" di sekitar pulau.

Runtuhnya FTX, salah satu pertukaran mata uang kripto terbesar di dunia, telah menyebabkan sekitar 1 juta kreditor menghadapi kerugian dengan total miliaran dolar.

Reuters telah melaporkan Bankman-Fried diam-diam menggunakan US$ 10 miliar dana nasabah FTX untuk menopang bisnis trading kriptonya, dan setidaknya US$1 miliar dari simpanan tersebut telah lenyap.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Investor Kripto Lagi Ngeri-ngeri Sedap Nih, Ada Apa Gerangan?


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading