NASA Umumkan 'Bumi Super', Lebih Layak Huni dari Sekarang?

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
23 November 2022 11:25
People watch on a video screen as the spaceship InSight, NASA's first robotic lander dedicated to studying the deep interior of Mars, lands on the planet's surface after a six-month journey, in Times Square in New York City, U.S., November 26, 2018. REUTERS/Brendan McDermid Foto: Orang-orang bereaksi ketika mereka menonton di layar video pesawat ruang angkasa InSight, pendarat robot pertama NASA yang didedikasikan untuk mempelajari bagian dalam Mars. REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Ilmuwan NASA baru-baru ini umumkan telah menemukam planet yang mengorbit di zona layak huni bintang induknya. Planet yang ditemukan itu disebut sebagai Bumi Super.

Astronom di Transiting Exoplanet Survey Satellite itu, menemukannya setelah rutin mencari planet yang mengorbit di luar tata surya atau exoplanet.

Salah satu exoplanet 30% lebih besar dari Bumi dan mengorbit dalam waktu kurang dari tiga hari. Selain itu, ada juga exoplanet yang 70% lebih besar dari Bumi dan mungkin menampung lautan dalam.

"Kedua exoplanet ini adalah super-Bumi atau lebih besar dari Bumi tetapi lebih kecil dari raksasa es seperti Uranus dan Neptunus," tulis Space, dikutip Rabu (23/11/2022).

Bumi Super mengorbit di bintang kerdil dingin. Benda tersebut memiliki massa yang lebih rendah serta hidup lebih lama dari Matahari.

Ada ratusan bintang katai seperti Matahari dan para ilmuwan menemukan planet-planet itu mengorbit 40% dari bintang katai dingin. Dengan angka tersebut, para astronom memperkirakan ada puluhan miliar planet di zona layak huni yang memiliki air.

Berdasarkan perkiraan saat ini, sepertiga dari planet exoplanet merupakan Bumi Super dan menjadi jenis exoplanet yang paling umum di Bima Sakti. Tercatat dari yang terdekat berjarak 6 tahun cahaya dari Bumi.

Space juga menuliskan planet Bumi Super merupakan target ideal untuk pencarian kehidupan adalah lebih mudah dideteksi dan dipelajari daripada planet seukuran Bumi.

Para astronom menggunakan dua metode untuk mendeteksi exoplanet. Salah satunya adalah mencari efek gravitasi sebuah planet pada bintang induknya dan cara lainnya dengan mencari saat peredupan singkat saat cahaya bintang saat planet lewat di depannya.

Dengan kedua metode deteksi tersebut disebutkan akan lebih mudah dengan planet yang berukuran lebih besar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Belum Ada yang Mengaku, Roket Siapa yang Menabrak Bulan?


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading