Kejutan! NASA Pastikan Manusia Bisa Hidup Di Bulan

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
23 November 2022 10:10
Screws lie on the floor decorated with an image of the lunar surface ahead of an exhibition of China's Space Day 2019, in Changsha, Hunan province, China, April 22, 2019. REUTERS/Aly Song   SEARCH Foto: Butiran sekrup terletak di lantai yang dihiasi dengan gambar permukaan bulan jelang pameran Hari Antariksa Tiongkok 2019, di Changsha, provinsi Hunan, Cina, 22 April 2019. REUTERS / Aly Song

Jakarta, CNBC Indonesia - Manusia akan segera bisa hidup di Bulan dalam waktu dekat. Setidaknya Badan Antariksa Amerika Serikat NASA memperkirakan bisa terjadi dalam dekade ini.

Kemungkinan tersebut disebutkan oleh Howard Hu, pemimpin program Orion NASA. Dia mengawasi penggunaan pesawat ruang angkasa Orion dalam misi Artemis.

Namun Howard Hu tidak menjelaskan bagaimana cara manusia hidup di Bulan atau berapa lama bisa tinggal di sana, dikutip dari Mashable, Rabu (23/11/2022).

Pada 16 November 2022, roket Artemis berhasil lepas landas setelah beberapa bulan mengalami penundaan. Dengan penerbangan uji coba terjadi jelang misi masa depan lain terkait mengirim manusia ke Bulan.

Pada 2024, pesawat Artemis 2 akan bertugas membawa manusia ke orbit Bulan. Berikutnya tahun 2025 akan ada manusia yang menginjakkan kaki di Bulan setelah beberapa dekade.

Pentingnya membawa manusia ke Bulan menurut Howard karena lebih banyak misi ilmiah dilakukan di sana. Dia mengatakan bergantung pada berapa lama di permukaan Bulan, manusia akan bisa hidup, memiliki habitat bahkan menjelajahi permukaan.

"Itu yang sedang dikerjakan di NASA, jadi kami tidak hanya bisa bekerja mengantarkan orang ke Bulan, namun membawanya ke permukaan Bulan, mereka masih harus memiliki infrastruktur," jelasnya. "Pada akhirnya, lebih dari sekedar hidup ini tentang sains dan aspek geologisnya".

Program Artemis ini diharapkan bisa menjadi batu loncatan sebelum proyek ambisius memboyong manusia ke Mars. Howard menyebut Artemis sebagai 'langkah pertama yang diambil untuk mencapainya'.

"Sangat penting bagi kita belajar sedikit di luar orbit Bumi dan kemudian melakukan langkah besar saat menuju Mars," kata Howard.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Belum Ada yang Mengaku, Roket Siapa yang Menabrak Bulan?


(npb/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading