Negara Ini Pindah ke Metaverse karena Terancam Tenggelam

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
22 November 2022 10:10
Tuvalu. (Dok: Goggle Maps) Foto: Tuvalu. (Dok: Goggle Maps)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tuvalu akan membangun negaranya versi digital di metaverse. Ini sejalan dengan risiko perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut yang bisa menenggelamkan negara kepulauan di Pasifik.

Rencana tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri Tuvalu Simon Kofe dalam KTT COP27 belum lama ini. Menurutnya saat ini telah ada solusi untuk kelangsungan hidup negaranya.

"Tanah kami, lautan kami, budaya kami merupakan aset paling berharga dari rakyat kami dan untuk menjaga mereka tetap aman dari bahaya apapun yang terjadi di dunia fisik, kami akan memindahkannya ke cloud," jelas Kofe, dikutip Reuters, Selasa (22/11/2022).

Tuvalu terdiri dari 9 pulau dan 12 ribu penduduk. Saat air pasang, 40% wilayahnya terendam di bawah air dan diperkirakan seluruhnya tenggelam pada akhir abad ini.

Kofe berharap, dengan rencana tersebut membuat Tuvalu bisa terus berfungsi sebagai negara. Bahkan saat negaranya benar-benar tenggalam nanti.

Pemerintah negara tersebut mulai berupaya agar Tuvalu bisa diakui secara internasional sebagai sebuah negara serta batas lautnya. Termasuk soal sumber daya di dalam perairan agar tetap ada meski sudah terendam nanti.

Kofe juga mengatakan sudah ada 7 pemerintahan yang setuju mengakuinya. Namun tantangan akan datang saat wilayah Tuvalu menghilang, karena menjadi hukum internasional yang baru.

Jika benar terjadi, Tuvalu jadi negara pertama yang ada di metaverse. Sebelumnya Seoul dan negara kepulauan Barbados telah membangun wilayahnya sendiri di dunia digital tersebut, termasuk menyediakan layanan seperti adminitrasi dan konsuler.

"Idenya adalah tetap berfungsi sebagai negara dan lebih dari itu melestarikan budaya kita, pengetahuan kita, sejarah kita dalam ruang digital," ungkapnya kepada Reuters.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Metaverse Bakal Jadi Masa Depan Warga Bumi? Baca Dulu Ini!


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading