Resesi Nyata, Amazon PHK 10.000 Pegawai Jelang Musim Belanja

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
15 November 2022 08:10
The logo of Amazon is seen at the company logistics centre in Boves, France, May 13, 2019. REUTERS/Pascal Rossignol Foto: Logo Amazon terlihat di pusat logistik perusahaan di Boves, Prancis, 13 Mei 2019. REUTERS / Pascal Rossignol

Jakarta, CNBC Indonesia - Amazon menambah panjang raksasa teknologi yang memangkas jumlah pegawainya. Perusahaan dilaporkan memecat sekitar 10 ribu orang mulai minggu ini.

Informasi ini berasal dari laporan The New York Times yang mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini. Jumlah yang terdampak mewakili 3% dari karyawan Amazon dan kurang 1% dari tenaga kerja global yang mencapai lebih dari 1,5 juta orang dan sebagian orang merupakan pekerja per jam.

PHK akan berfokus pada organisasi perangkat Amazon, termasuk voice assistant Alexa dan divisi ritel, serta sumber daya manusia. The New York Times menjelaskan jumlah yang terdampak PHK berubah-ubah dan kemungkinan akan terjadi satu tim dan lainnya sekaligus, dikutip Selasa (15/11/2022).

Juru bicara Amazon, Brad Glasser menolak berkomentar laporan tersebut.

Pemangkasan ini akan terjadi pada musim liburan, saat biasanya perusahaan akan melayani lonjakan order. Ini menjadi pertanda seberapa cepat ekonomi global menekan bisnisnya yang kelebihan staf atau kekurangan pengiriman selama bertahun-tahun.

Selama era pandemi, Amazon memang meraup untung banyak. Sebab konsumen berbondong-bondong melakukan belanja online dan perusahaan berpindah menggunakan layanan cloud computing. Amazon juga menggandakan tenaga kerjanya selama dua tahun terakhir.

Namun awal tahun ini, pertumbuhan Amazon melambat ke tingkat terendah dalam dua dekade. Disebabkan pandemi Covid-19 yang telah mereda.

Amazon mengalami sedikit perbaikan pada kuartal terakhirnya. Namun perusahaan telah memperingatkan investor pertumbuhannya bisa melemah lagi dan kemungkinan jatuh ke level terendah sejak 2001.

PHK pada Amazon mengikuti Twitter dan Meta yang sudah melakukannya beberapa minggu terakhir. Twitter yang baru saja dimiliki Elon Musk memangkas setengah dari jumlah pekerjanya dan Meta dilaporkan merumahkan 11 ribu pegawainya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Video: Badai PHK Kian Nyata, Kini Giliran Amazon!


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading