TikTok Terancam Diblokir di Amerika, Mark Zuckerberg Hepi Nih

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
02 November 2022 18:38
A logo of a smartphone app TikTok is seen on a user post on a smartphone screen Monday, Sept. 28, 2020, in Tokyo. (AP Photo/Kiichiro Sato) Foto: AP/Kiichiro Sato

Jakarta, CNBC Indonesia - Federal Communications Commission (FCC) meminta pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk memblokir platform video pendek Tiktok. Permintaan tersebut sejalan dengan tinjauan potensi keamanan aplikasi oleh lembaga dan kementerian setempat.

"Saya tidak percaya ada jalan apapun ke depan selain larangan," kata Komisaris Republik Brendan Carr kepada Axios, dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (2/11/2022).

Sementara itu Komite Investasi Asing (CFIUS) di Departemen Keuangan tengah melakukan peninjauan potensi implikasi keamanan nasional perusahaan. Penyebabnya karena Tiktok dimiliki oleh perusahaan dari China.

Bulan September lalu, The New York Times melaporkan Departemen Kehakiman setempat memimpin negosiasi atas kesepakatan keamanan.

Baik pemerintahan Donald Trump hingga berlanjut ke Joe Biden terus menyatakan kekhawatiran atas risiko keamanan yang ditimbulkan oleh Tiktok. Keduanya juga meninjau hubungan perusahaan dengan pemiliknya di China.

Tiktok tak tinggal diam dan memastikan menyimpan data pengguna AS di luar China. Oleh karena itu perusahaan meyakinkan tidak perlu menyerahkan informasi pada pemerintah AS.

Namun para pejabat AS tetap skeptis dengan pernyataan Tiktok itu. Terkait ucapan Carr, juru bicara perusahaan mengatakan dia tak punya peran pada diskusi antara Tiktok dengan pemerintah AS.

"Komisaris Carr tidak punya peran dalam diskusi rahasia dengan pemerintah AS terkait Tiktok dan sepertinya pandangan yang dia utarakan terlepas dari perannya sebagai komisaris FCC," kata juru bicara Tiktok.

Beberapa bulan lalu Carr diketahui juga pernah menyurati CEO Apple Tim Cook dan CEO Alphabet Sundar Pichai dalam rangka mendorong keduanya memblokir Tiktok dari setiap toko aplikasi.

"TikTok tidak seperti yang terlihat di permukaan. Ini bukan hanya aplikasi untuk berbagi video atau meme lucu. Itu hanya penyamaran saja," katanya dalam surat tersebut, dikutip dari CNBC Internasional bulan Juni lalu.

"Pada intinya, TikTok berfungsi sebagai alat pengawasan canggih yang mengumpulkan sejumlah besar data pribadi dan sensitif."

Kabar soal TikTok ini langsung disambut oleh investor di bursa saham. Saham Meta, induk usaha Instagram, melejit setelah harga saham perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg ini terus-terusan merosot dalam beberapa hari terakhir.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Karyawan TikTok Bisa Akses Data Pengguna di AS, Kok Bisa?


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading