Elon Musk Jadi Beli Twitter, Bayar Harga Normal Tanpa 'Nawar'

Tech - Novina Putri Bestari & Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
05 October 2022 08:04
Elon Musk's Twitter profile is seen on a smartphone placed on printed Twitter logos in this picture illustration taken April 28, 2022. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration Foto: REUTERS/DADO RUVIC

Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk mengatakan tetap akan melanjutkan tawarannya membeli Twitter senilai US$44 miliar. Sikap ini berbeda dari sebelumnya, saat miliarder 51 tahun menyatakan enggan membeli Twitter.

Informasi ini didapatkan dalam keterbukaan di bursa saham, dan menjadi tanda berakhirnya pertempuran hukum antara keduanya, dikutip dari Reuters, Rabu (5/10/2022).

Menurut Reuters, Musk mengubah posisinya untuk menghindari berbicara di depan pengadilan dan mengungkapkan ke publik, pembicaraan dan negosiasi dengan investor pendukungnya dalam rencana akuisisi Twitter.

Elon Musk dan Twitter dijadwalkan bertemu dalam persidangan di Delaware's Court of Chancery pada 17 Oktober 2022. Raksasa jejaring sosial itu menginginkan untuk bos Tesla dapat menutup kesepakatan pembelian.

Musk sebelumnya tertarik membeli Twitter. Namun akhirnya kesepakatan itu dibatalkan hingga menyeretnya ke meja hijau.

Alasan pembatalan itu karena Elon Musk mengklaim Twitter membuat pernyataan menyesatkan mengenai jumlah akun bot spam. Pengacara Musk, Skadden Arps Mike Ringler, mengatakan bahwa Twitter belum memenuhi kewajiban kontraknya.

Sebelumnya, Elon Musk mengatakan ingin menilai klaim Twitter mengenai 5% dari pengguna aktif harian (mDAU) merupakan akun spam.

"Twitter telah gagal atau menolak untuk memberikan informasi. Terkadang Twitter mengabaikan permintaan Musk, terkadang menolaknya karena alasan yang tampaknya tidak dapat dibenarkan, dan terkadang mengklaim untuk mematuhinya sambil memberikan informasi yang tidak lengkap atau tidak dapat digunakan oleh Musk," klaim Ringler, seperti dikutip CNBC International.

Ringler mengatakan Twitter melanggar perjanjian merger, sebab memberikan 'representasi tidak akurat secara material'.

Ketua Dewan Direksi Twitter, Bret Taylor mengatakan perusahaan masih berkomitmen mengunci kesepakatan itu sesuai dengan rencana awal. Bahkan meyakini bisa menang melawannya di persidangan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Momen Unik Elon Musk Tenteng Wastafel ke Markas Twitter


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading