Sabar Ya! 3 Founder Ini Gagal Cuan Rp 21 Triliun dari Fintech

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
04 October 2022 15:25
foto : Freepik Foto: Startup (Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan investasi asal Belanda, Prosus membatalkan akuisisi startup India BillDesk senilai US$ 4,7 miliar (sekitar Rp 71,8 triliun) yang mereka umumkan tahun lalu.

Padahal jika transaksi itu berhasil, tiga pendiri startup fintech itu masing-masing bisa mendapatkan US$1,4 miliar (sekitar Rp 21 triliun) jika kesepakatan akuisisi dengan Prosus berhasil.

Perusahaan mengatakan "kondisi tertentu" tidak terpenuhi sebulan setelah akuisisi yang diusulkan diterima dari pengawas antimonopoli lokal.

"Kondisi tertentu yang sebelumnya tidak terpenuhi pada tanggal penghentian panjang 30 September 2022, dan perjanjian telah berakhir secara otomatis sesuai dengan ketentuannya dan, karenanya, transaksi yang diusulkan tidak akan dilaksanakan," kata Prosus yang terdaftar di Amsterdam dalam sebuah pernyataan, dikutip dari TechCrunch, Selasa (4/10/2022).

Akuisisi tersebut diumumkan pada tahun lalu, dan disebut menjadi kesepakatan M&A terbesar kedua di ruang internet konsumen pasar Asia Selatan.

Padahal kesepakatan itu akan memungkinkan Prosus untuk mendominasi pasar pemrosesan pembayaran di India. BillDesk memiliki ekosistem pembayaran di sebagian besar departemen pemerintah India.

Untuk diketahui, BillDesk adalah perusahaan payment gateway online asal India yang berbasis di Mumbai. Perusahaan menyediakan platform pembayaran online untuk kliennya yang memungkinkan transaksi situs web perbankan dan pedagang.

BillDesk didirikan oleh tiga orang yakni M.N Srinivasu, Ajay Kaushal, dan Karthik Ganapathy. Ketiganya adalah rekan kerja di perusahaan konsultan Arthur Andersen ketika mereka mulai mendirikan BillDesk sebagai jembatan pembayaran online antara bank, konsumen, dan vendor pada tahun 2000.

21 tahun kemudian, mereka bersama-sama menghasilkan US$1,44 miliar dalam bentuk pertukaran untuk saham kolektif mereka sebesar 30,84% dalam bisnis.

Transaksi akuisisi BillDesk adalah kesepakatan tunai untuk membeli semua pemegang saham, kata CEO Prosus Bob van Dijk.

BillDesk sendiri telah mengumpulkan pendanaan US$245 juta hingga saat ini. Startup itu memiliki valuasi senilai US$ 1,59 miliar setelah putaran pendanaan Januari 2019, menurut perusahaan riset Tracxn.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Heboh PHK Startup, Fintech Masih Memikat Hati Investor


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading