Road to Tech Conference 2022

Gurih, Bisnis Digital Punya Prospek Triliunan Dolar

Tech - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
28 September 2022 14:50
Gambar Konten, Serba-serbi Metaverse Foto: Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Group Chief Innovation Officer & Co-Founder of WIR Group, Jeffrey Budiman optimis bahwa prospek bisnis digital seperti VR, AI, AR, hingga metaverse memiliki peluang yang sangat cerah. 

Dia berargumen berdasarkan cukup banyak hasil studi yang sudah memprediksi bahwa bisnis digital akan menjadi industri dengan prospek triliunan dolar. Terutama untuk Augmented Reality (AR) karena elemen O2O yang tidak lepas dari dunia nyata yang bisa diaplikasikan di berbagai industri.

"Penggunaan AR, VR dan sebagainya, banyak sekali yang bisa diterapkan di berbagai industri, misalnya hospitality, AR bisa digunakan untuk training. Jadi prospeknya sangat besar, creativity and possibility is limitless," ujarnya dalam  Tech Conference CNBC Indonesia, Rabu (28/9/2022).

Adapun prospek cerah ini juga tidak lepas dari berbagai macam hal yang sudah berkembang dan masuk ke Web3, sehingga setiap orang bisa membangun bisnis ekonomi mereka sendiri dengan bantuan peralatan dan platform digital. Pun memungkinkan digunakan secara open source. Hal ini pun dikatakan Jeffrey menjadi proses realisasi bahwa kini platform tidak bisa dimonopoli institusi tertentu.

"Dengan open source, bahkan pengembang open source itu sendiri membuka kesempatan programmer untuk ikut berkontribusi membuat platform menjadi lebih hidup, ekosistem jadi ada, bahkan kalau perlu mengembangkan fitur baru. Ini adalah sesuatu yang justru menguntungkan, bahkan pelaku bisnis mereka custom kebutuhan mereka dengan baik," jelasnya.

Ke depannya, peta industri digital dan web yang akan berubah menjadi metaverse ini bahkan bisa memicu pesatnya sejumlah layanan. Contohnya, sambung Jeffrey, seperti untuk dapat digunakan di institusi finansial bahkan public service.

"Karena sistem desentralisasi adalah sistem yang cukup transparan, kita bisa lihat traceability jelas, lebih mudah dilacak. Jadi desentralisasi jadi salah satu yang perlu dipertimbangkan sisi finansial," terang Jeffrey.

Sementara itu, menghadapi persaingan di bisnis digital yang kian ketat dan bergerak cepat, Jeffrey mengungkapkan WIR Group membangun produk diferensiasi dan ekosistem mereka sendiri.

WIR Group, lanjutnya, terus membangun ekosistem yang memberikan pengalaman yang tidak hanya melingkup semua namun juga end to end. Untuk itu, WIR Group memiliki solusi custom untuk client, jaringan toko virtual, hingga jaringan smart kiosk yang sudah disebar berbagai lokasi.

"Semua hal tersebut menjadi sebuah integrated ekosistem yang menjadi sangat penting untuk bisa memudahkan user. Sehingga, jika user sudah terbiasa dengan satu platform, maka akan mudah masuk ke platform yang lainnya," pungkas Jeffrey. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Alasan WIR Asia Bentuk Nusameta Bersama Salim Group


(bul/bul)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading