Baru Diupdate, Ini Daftar 13 Unicorn Kelahiran Indonesia

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
22 September 2022 16:25
ini Deretan Startup Unicorn, Soonicorn, dan Centaur Foto: Ilustrasi /Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Tren perkembangan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia terus menunjukkan kenaikan. Walaupun tak dapat dimungkiri banyak gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor tersebut.

Bahkan kini di Indonesia sudah lahir beberapa startup yang mendapat gelar unicorn yaitu startup dengan valuasi melampaui US$1 miliar atau sekitar Rp14,3 triliun.

Siapa saja? berikut rangkumannya.


1. Gojek

Ilustrasi aturan baru tarif ojek online. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Ilustrasi aturan baru tarif ojek online. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Gojek bisa dibilang menjadi startup pertama di Indonesia yang mendapatkan gelar unicorn. Berdiri pada 2010 silam dan berkemabng pesat di Indoensia. Gojek mendapatkan suntikan dana dari raksasa luar negeri termasuk Amazon, Google, Tencent Holdings Ltd. dan Temasek Holdings Pte serta dukungan dalam negeri dari Telkomsel dan Astra International.

Kini Gojek telah menjadi perusahaan terbuka setelah merger dengan Tokopedia menjadi GoTo.

2. Tokopedia

Tokopedia berdiri pada tahun 2009 dan didirikan oleh dua orang yang bernama William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison. Sejak berdiri pada 2009, Tokopedia mengalami perkembangan yang pesat sehingga sampai sekarang menyandang status unicorn.

Kini Tokopedia adalah bagian dari GoTo, setelah merger dengan Gojek.

3. Traveloka

Beberapa investor sudah menanamkan investasi di Traveloka, di antaranya adalah GFC dan Sequoia Capital dari AS serta Hilhouse Capital dan JD.com dari China. Pendanaan terbesar Traveloka berasal dari dana investasi Qatar, yang nilainya mencapai US$250 juta.

4. Ajaib

AjaibFoto: doc Ajaib

Ajaib, fintech investasi saham dan reksa dana, resmi menjadi unicorn di Indonesia setelah menggalang dana Seri B senilai US$153 juta dari DST Global pada tahun lalu. Hal ini menjadikan Ajaib sebagai fintech unicorn investasi pertama di Asia Tenggara.

Perusahaan ini bisa dibilang memang ajaib, karena hanya butuh sekitar 2 tahun untuk mencapai status unicorn.

5. Bukalapak

Bukalapak menjadi pemain lawas yang sudah cukup lama menyandang status unicorn. Sejak melantai di bursa saham, PT Bukalapak Tbk. (BUKA), sudah beberapa kali mengumumkan investasi ke perusahaan teknologi baru. Mulai dari investasi skala jumbo ke Bank Allo hingga akuisisi perusahaan yang baru dirintis seperti PT Belajar Tumbuh Berbagi.

6. OVO

OVO menyandang status unicorn ini sejak 14 Maret 2019. Pertumbuhan valuasi OVO terbilang cukup cepat bahkan melampaui valuasi Traveloka dan Bukalapak yang sudah lebih dahulu menyandang status unicorn.

Kini mayoritas saham OVO dikuasai oleh Grab.

7. Kopi Kenangan

Kopi Kenangan resmi menjadi salah satu unicorn Indonesia setelah berhasil mengantongi US$ 96 juta atau Rp 1,37 triliun dari putaran pendanaan seri C yang dilakukannya akhir tahun lalu.

Pertumbuhan jaringan kedai kopi Kopi Kenangan yang pesat bahkan menarik minat investasi dari nama populer seperti Jay Z dan Eduardo Saverin. Tak puas dengan kedai kopi, Kopi Kenangan kini juga masuk ke sektor produk konsumer dengan meluncurkan kopi kemasan.

8. Xendit

Xendit merupakan startup teknologi finansial yang bergerak di segmen pembayaran. Mereka telah menyandang status unicorn pada akhir 2021. Terbaru, pada Mei 2022, Xendit mengumumkan merampungkan pendanaan seri D senilai US$300 juta (Rp 4,3 triliun).

9. Tiket.com

Shinta/DetiknetFoto: Shinta/Detiknet

Tiket.com merupakan startup online travel agency (OTA) yang dirikan Wenas Agusetiawan, Gaery Undarsa, Dimas Surya, dan Natali Ardianto pada Agustus 2011. Pada 2017, Blibli.com mengakuisisi 100% saham perusahaan. Blibli.com merupakan e-commerce milik GDP Venture dari Djarum Group.

10. J&T

Laporan The Information, J&T Express tahun lalu mendapatkan suntikan dana US$2 miliar lebih dalam putaran pendanaan terbarunya.

Beberapa investor yang memberikan suntikan dana adalah PE China Hillhouse Capital dan Boyu Capital, serta Sequoia Capital China, seperti dikutip dari Deal Street Asia.

Perusahaan logistik yang didirikan di Indonesia oleh mantan eksekutif produsen ponsel China ini bahkan berani ekspansi dari Indonesia ke China.

11. Kredivo

Perusahaan induk Kredivo, Finaccel, pada awal ahun ini mengumumkan rencana listing di bursa saham Amerika Serikat melalui perusahaan cek kosong yang populer disebut sebagai SPAC. Setelah merger dengan SPAC, valuasi Finaccel akan melamapui US$2,5 miliar.

Rencana merger ini didukung oleh banyak investor, termasuk MDI Ventures milik Telkom, yang mengambil bagian dalam skema PIPE senilai US$125 juta ke Finaccel.

12. DANA

DANA baru-baru ini diketahui mendapatkan pendanaan dari Sinar Mas dan Lazada Group. Nilai kesepakatan investasi Sinar Mas ke DANA mencapai US$250 juta (sekitar Rp 3,7 triliun). Sedangkan nilai investasi Lazada tidak dipublikasikan.

Dalam siaran persnya, DANA menargetkan pertumbuhan dua kali lipat dalam total volume pembayaran atau nilai transaksi bruto pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2021.

13. BliBli

Rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Blibli.com kian santer terdengar di kalangan pelaku pasar. Blibli dikabarkan berencana menghimpun US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun melalui perhelatan tersebut.

Sebagai unit usaha yang langsung didirikan oleh grup Djarum, Blibli tidak pernah mengumumkan pendanaan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

10 Startup RI Diramal Bakal Jadi Raksasa Baru di Asia Pasifik


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading