Iran Kiamat Internet, Elon Musk Siap Turun Tangan

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
22 September 2022 13:05
Seorang demonstran memegang foto Mahsa Amini selama pawai protes solidaritas dengan perempuan di Iran, menyusul kematian perempuan muda Iran, Mahsa Amini, di pusat Istanbul, Turki 20 September 2022. (REUTERS/MURAD SEZER) Foto: Seorang demonstran memegang foto Mahsa Amini selama pawai protes solidaritas dengan perempuan di Iran, menyusul kematian perempuan muda Iran, Mahsa Amini, di pusat Istanbul, Turki 20 September 2022. (REUTERS/MURAD SEZER)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang unjuk rasa di Iran setelah kematian seorang wanita dalam tahanan polisi direspons otoritas setempat dengan mematikan layanan internet. Kabar tersebut sampai ke bos Starlink, Elon Musk, yang menjanjikan akses internet untuk Iran.

CEO SpaceX Elon Musk mengatakan lewat Twitter bahwa Starlink, perusahaan internet satelit di bawah SpaceX, kini tersedia di semua benua termasuk Antartika.

Dalam utas Twitter yang sama, Musk menjawab pertanyaan dari salah seorang pengguna Twitter. Beberapa warganet di Twitter meminta Musk untuk menyediakan stasiun internet berbasis satelit, dikutip dari Reuters, Selasa (20/9/2022).


Akses ke media sosial dan beberapa konten sangat dibatasi di Iran dan kelompok pemantau internet NetBlocks melaporkan gangguan pada konektivitas internet di ibu kota wilayah Kurdi pada hari Senin, dan menghubungkannya dengan protes.

Protes meluas di Iran atas kematian Mahsa Amini, yang ditahan polisi karena melanggar aturan kewajiban mengenakan hijab.

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Space X di Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu, 14 Mei 2022. Presiden tiba di Space X sekitar pukul 10.30 waktu setempat disambut langsung oleh Elon Musk selaku founder Space X.(Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)Foto: Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Space X di Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu, 14 Mei 2022. Presiden tiba di Space X sekitar pukul 10.30 waktu setempat disambut langsung oleh Elon Musk selaku founder Space X.(Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Musk menyatakan akan meminta pengecualian dari sanksi terhadap Iran untuk menyediakan layanan broadband satelit Starlink di negara tersebut. Namun, dia tidak memerinci dari negara mana Starlink akan mencari pengecualian embargo, tetapi Iran menghadapi sanksi berbasis luas.

SpaceX bertujuan untuk memperluas Starlink dengan cepat, dan sedang berlomba dengan perusahaan komunikasi satelit saingannya termasuk OneWeb dan Amazon.com yang belum meluncurkan Project Kuiper.




[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Internet Starlink Elon Musk Masuk Filipina, Indonesia Kapan?


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading