Bikin Nangis! Uang Kripto Rp 28 T Hilang Dicuri Maling

Tech - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
17 August 2022 17:35
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash) Foto: Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan analisis blockchain bernama Chainalysis melaporkan bahwa kasus peretasan kripto saat ini sedang melonjak drastis ke angka 60%. Tercatat bahwa dalam 7 bulan pertama tahun ini, kerugian akibat peretasan kripto telah melesat, tembus ke nilai US$ 1,9 miliar atau setara Rp 28 triliun.

Adapun para oknum peretas ramai melakukan pembobolan pada beberapa protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi). Salah satunya di aplikasi blockchain Ethereum.

"Protokol DeFi secara unik rentan terhadap peretasan,kode yang mudah diakses membuat penjahat dunia maya dengan mudah melakukan eksploitasi dengan cepat yang tentunya menyimpang dalam praktik terbaik keamanan," kata Chainalysis dikutip dari Reuters, Rabu (17/8/2022).


Mereka memperkirakan bahwa kelompok peretas tersebut berafiliasi dengan Korea Utara, yakni Lazarus Group, dan menjadi dalang utama dibalik aksi pembobolan cryptocurrency selama beberapa bulan terakhir.

Selain itu, Chainalysis memperkirakan bahwa hingga saat ini, kelompok yang berafiliasi dengan Korea Utara itu telah mencuri sekitar US$1 miliar cryptocurrency dari protokol DeFi.

Selain peretasan, adanya aksi penipuan yang menawarkan koin atau token kripto palsu pada para investor kripto juga menjadi penyebab investor mengalami kerugian kepemilikan aset digital.

Dengan adanya kasus peretasan ini, perusahaan intelijen blockchain mencatat bahwa penipuan kripto pada bulan Juli menurun tajam hingga mencapai 65 persen.

"Penipuan menurun terutama karena penurunan kripto, tetapi juga karena banyak penegakan hukum yang menang melawan scammer dan solusi produk yang dapat digunakan bursa untuk melawan penipuan," ujar direktur penelitian Chainalysis, Kim Grauer.

Dalam waktu dekat, Chainalysis mencatat bahwa tren kerugian ini tidak akan berbalik dalam waktu dekat. Artinya, jumlah nilai kerugian kemungkinan akan terus bertambah.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Duh Kasus Pencurian Kripto Makin Marak, Investor Kudu Piye?


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading