Unik! Harga Berguguran, Jumlah Uang Kripto Baru Malah Nambah

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
29 June 2022 17:20
FILE PHOTO: Representations of the Ripple, Bitcoin, Etherum and Litecoin virtual currencies are seen on a PC motherboard in this illustration picture, February 13, 2018. Picture is taken February 13, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar kripto telah kehilangan nilainya lebih dari 50% pada 2022, tetapi jumlah mata uang digital yang muncul terus tumbuh mencapai rekor tertinggi.

Pada 26 Juni, jumlah cryptocurrency yang dilacak oleh CoinMarketCap melampaui angka 20.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah yang mencapai 20.002.

Dengan memanfaatkan alat arsip web, Finbold telah menyatakan bahwa pada 2022, pasar menambahkan 3.765 cryptocurrency baru, di mana pertumbuhannya sebesar 23%, demikian dikutip Rabu (29/6/2022)


Menariknya, terlepas dari munculnya token baru, Bitcoin masih mendominasi pasar dengan kapitalisasi pasar mata uang kripto mencapai 42%.

Dapat dikatakan bahwa token baru yang bergabung dengan pasar berharap mendapat manfaat dari kemungkinan reli yang timbul dari koreksi saat ini.

Kemungkinan Reli

Meskipun pasar telah kehilangan kapitalisasinya lebih dari US$2 triliun atau setara Rp 29.000 triliun, sebagian besar analis telah mempertahankan sektor ini akan reli sambil mencatat bahwa keadaan sekarang adalah bagian dari pendewasaan.

Cover Topik, Fokus Chaos Pasar KriptoFoto: uang kripto yang beredar (CNBC Indonesia)

Secara keseluruhan, pasar telah mengalami aksi jual sepanjang tahun 2022. Pada 25 Juni, Finbold melaporkan bahwa pasar memperoleh kembali sekitar 16% dari kapitalisasi, menarik lebih dari $100 miliar arus masuk modal.

Perlu dicatat bahwa kelangsungan hidup 20.000 token sebagian besar akan bergantung pada utilitas crypto tertentu. Ada konsensus bahwa beberapa aset digital akan turun saat pasar crypto matang.

Munculnya aset baru juga mempercepat perdebatan regulasi karena otoritas bertujuan untuk melindungi investor. Sejalan dengan itu, pendiri Cardano (ADA), Charles Hoskinson, merekomendasikan sertifikasi mandiri untuk mengatur pasar yang sedang berkembang.

Menurut Hoskinson, pihak berwenang harus mengadopsi model serupa yang digunakan oleh Internal Revenue Service (IRS) AS dalam mengelola cryptocurrency.

Selain itu, kurangnya regulasi saat ini adalah salah satu pendorong penting munculnya cryptocurrency. Misalnya, meluncurkan cryptocurrency ke pasar tidak memerlukan proses regulasi yang panjang mirip dengan daftar saham.

Meskipun beberapa aset bertujuan untuk meniru mata uang kripto yang sudah mapan seperti Bitcoin, pendatang baru terkadang didorong oleh motif penipuan yang berusaha memanfaatkan peraturan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jangan Kaget! Pengguna Kripto Diprediksi Tembus 1 Miliar


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading