Belum Pernah Kena Covid, Lebih Rentan Terinfeksi Varian Baru?

Tech - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
14 August 2022 17:15
Pengunjung berbelanja di salah satu mal di Bekasi, Jawa barat, Jumat (22/4/2022). Pusat perbelanjaan atau mal mulai ramai dikunjungi masayarakat menjelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah, kasus Covid-19 di Indonesian terus menurun membuat minat masyarakat untuk berbelanja di mal kembali bergeliat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Pengunjung berbelanja di salah satu mal di Bekasi, Jawa barat, Jumat (22/4/2022). Pusat perbelanjaan atau mal mulai ramai dikunjungi masayarakat menjelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah, kasus Covid-19 di Indonesian terus menurun membuat minat masyarakat untuk berbelanja di mal kembali bergeliat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sudah lebih dari dua tahun dan banyak orang yang terkena Covid-19 setidaknya satu kali. Namun masih ada beberapa orang yang hingga kini masih belum terinfeksi virus tersebut.

Tapi mereka yang belum terkena Covid-19 memiliki antibodi yang lebih rendah dibandingkan yang sudah terinfeksi. Spesialis penyakit menular dan direktur medis asosiasi pencegahan Yale Medicine, Scott Roberts, menjelaskan perbedaan tingkat perlindungan berbeda dari Covid-19.

Individu yang memiliki perlindungan tertinggi adalah yang telah divaksinasiĀ dan terinfeksi. Di belakangnya adalah yang divaksinasi dan belum terinfeksi.


Jauh tertinggal adalah mereka telah terinfeksi namun belum divaksinasi atau tidak divaksin sama sekali. Kekebalan terendah dimiliki individu yang belum divaksinasi atau terinfeksi.

Salah satu alasan mereka yang belum terinfeksi Covid-19 adalah karena gen. Roberts mengatakan ada beberapa orang dengan HIV yang disebut 'pengendali elit' dan orang tersebut memiliki gen yang mencegah virus menyebar.

Meski tidak dikonfirmasi, para ilmuwan tidak mengesampingkan hal yang sama terjadi pada Covid-19. "Ada kemungkinan orang punya gen atau sesuatu yang membuat sistem kekebalan mereka berfungsi dengan cara yang berbeda," ungkap Roberts, dikutip dari Health, Minggu (14/8/2022).

"Mungkin mereka tidak memiliki reseptor yang diikat kuat oleh virus untuk memasuki sel".

National Institute of Health mendukung penelitian yang mempelajari peran genetika dalam risiko Covid-19. Para peneliti belum menemukan gen yang membuat individu kenal pada Covid-19, tapi mereka menunjukkan bukti gen seseorang bisa mempengaruhi perjalanan infeksi seseorang.

Laman Health menuliskan ada berbagai penjelasan ada orang yang berhasil lolos dari virus menular seperti Covid-19. Salah satu teorinya adalah orang-orang tersebut mungkin memiliki virus namun tidak mengetahuinya.

Ini berasal dari sebuah penelitian sekitar 40% infeksi Covid-19 tidak menunjukkan gejala. Hal tersebut terjadi pada anak-anak dan kelompok dewasa muda, dan mereka dengan gejala sangat ringan mungkin hanya mengabaikannya.

"Kemungkinan besar, orang tidak tahu mereka telah terinfeksi," kata Roberts.

"Studi yang memeriksa antibodi pada Covid mendukung teori ini karena orang-orang tersebut menunjukkan antibodi saat Anda melakukan tes tersebut dibandingkan dengan yang benar-benar melaporkan infeksi".


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Vaksin Booster Tingkatkan Antibodi Lawan Covid, Ini Buktinya


(npb/npb)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading