Harga Mi Instan dan Tarif Ojol Bareng Naik, Lebih Berat Mana?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
10 August 2022 13:30
Ojek Online (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Ojek Online (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah akhirnya menaikkan kembali tarif layanan ojek online. Nampaknya kebijakan baru itu mampu berdampak ke inflasi.

Chief Economist BRI Danareksa Securitas, Telisa Falanty mengatakan ada beberapa komponen yang menjadi pembentuk inflasi. Salah satunya BBM dan juga akan memasukkan gaya hidup digital, termasuk transportasi online.

"Sebenarnya kenaikan transportasi online ini adalah dari impact kenaikan harga bahan bakarnya. Jadi itu adalah efek ikutan dari bahan bakar. Jadi istilahnya bahan bakarnya sendiri ada yang sudah naik langsung konsumsi masyarakat," kata Telisa dari Squawk Box CNBC Indonesia, Rabu (10/8/2022).

"Kemudian ketika masyarakat menggunakan jasa transportasi online dia ada tambahan lagi nih kontributor dari inflasinya yaitu dari transportasi online yang tarifnya memang meningkat tajam".

Dengan kenaikan ini, dia mengatakan sudah pasti akan berdampak inflasi. Namun menurutnya, banyak ekonom yang menghitung dampak tersebut tidak terlalu besar dan sudah tecermin dari kenaikan bahan bakar rumah tangga juga.

Ini akan bergantung dari seberapa besar kenaikan tarif tersebut. Dampaknya akan terlihat dari tarif dan bobot yang efeknya ke masyarakat, ungkapnya.

Telisa mengatakan kemungkinan kontribusi masih di bawah 0,1%. Angka tersebut serupa dengan kenaikan tarif pesawat.

"Jadi kita harus lihat juga preferensi masyarakat Seperti apa ya besaran bobotnya itu. Tapi kami masih memperkirakan di bawah 0,1% ya dampak dari kenaikan," ungkapnya.

Kenaikan tarif ojek online terjadi di tengah tekanan inflasi harga pangan terutama mi instan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sempat memperingatkan, potensi lonjakan harga mi instan akibat efek domino perang Rusia-Ukraina.

Pasalnya, Indonesia mengandalkan pasokan gandum impor, sedangkan Rusia dan Ukraina merupakan negara pemasok gandum dunia."Ada 180 juta ton gandum nggak bisa keluar, jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya [naik] 3x lipat," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam sebuah webinar, dikutip Selasa (9/8/2022).

Kenaikan harga mi instan terjadi saat inflasi umum mencapai 4,94% pada akhir Juli, didorong oleh inflasi pada harga pangan yang mencapai 10,4%.

Sebagai informasi kenaikan tarif ojek online ini terjadi pada Zona II yang mencakup wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Ini terlihat pada tarif bawah, atas dan juga biaya 4km pertama yang dibebankan kepada konsumen.

Tarif baru ojek online

Berikut rincian tarif baru tersebut:
Zona I (Sumatera, Jawa (selain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), dan Bali)

Biaya jasa batas bawah Rp 1.850/km, batas atas Rp 2.300/km. Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 9.250-Rp 11.500.

Zona II (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi/Jabodetabek)

Biaya jasa batas bawah Rp 2.600/km, batas atas Rp 2.700/km. Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 13.000-Rp 13.500.

Zona III (Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya, Maluku dan Papua)

Biaya jasa batas bawah Rp 2.100/km, batas atas Rp 2.600/km. Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 10.500-Rp 13.000.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tarif Ojol Naik 14 Agustus, Driver dan Aplikasi Buka Suara


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading