Dunia Metaverse, Chairul Tanjung: Allo Bank Akan Punya NFT

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
29 July 2022 12:45
Chairman CT Corp Chairul Tanjung di acara Tanda Syukur 60th si Anak Singkong. Acara itu digelar dalam rangkaian program Tanda Syukur memperingati ulang tahun ke-60 Chairul Tanjung. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Chairman CT Corp Chairul Tanjung di acara Tanda Syukur 60th si Anak Singkong. Acara itu digelar dalam rangkaian program Tanda Syukur memperingati ulang tahun ke-60 Chairul Tanjung. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Chairman CT Corp Chairul Tanjung menyatakan bahwa transformasi digital adalah sebuah keniscayaan. Menurut dia generasi mendatang sudah tidak mau lagi datang ke counter bank, semua aktivitas perbankan hanya melalui handphone (HP) saja.

Mengenai transformasi digital, ia pun turut memaparkan soal rencana besar bank digital, Allo Bank. CT menyebut di masa depan dengan teknologi blockchain Allo Bank akan punya Non-Fungible Token (NFT).

"Allo Bank sementara ini masih jadi digital bank berbasis rupiah. In the future, nanti dengan teknologi blockchain Allo Bank pun akan punya NFT, akan pakai token juga, akan pakai juga yang namanya intangible (aset tak memiliki bentu kfisik) tadi itu. Karena, itu adalah keniscayaan," katanya dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-60, di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (28/7/2022).


CT, panggilan Chairul Tanjung, menyebut bahwa dunia metaverse akan semakin punya nilai di masa depan.

Namun sampai saat ini nilainya masih belum jelas. Dalam ekosistem metaverse berbasis blockchain, nilai NFT menjadi makin memungkinkan untuk ditransaksikan.

"Kita pun harus mengetahui bahwa itu akan menjadi masa depan daripada sistem perbankan. Kita pun menyadari. Tapi kapan waktunya? Belum tahu. Bisa lima tahun lagi. Bisa 10 tahun lagi, kita masih akan terus memonitor itu. Jangan pernah tertinggal di dalam transformasi digital. Kalau tertinggal, kita susah nanti mengejarnya," tutur CT.

Untuk itu kita, kata CT, tidak boleh tertinggal di dalam transformasi digital. Sebab jika tertinggal akan menyusahkan diri sendiri. Ia berpesan untuk 'membeli' masa depan dengan harga saat ini. Artinya harus bisa meramalkan apa yang akan terjadi ke depan, pahami tren yang sedang berkembang.

"Cost nya pasti jadi lebih murah dan nanti pada boomingnya kita bisa menikmati dibanding orang lain." pungkanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Buka-Bukaan Web3, Metaverse & NFT Buat Ekonomi Digital RI


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading