BBM Subsidi

CT ke Sri Mulyani: Saya Tahu Bu Ani Nyenggol Presiden Terus!

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
19 July 2022 17:18
Chairul Tanjung dalam acara perayaan hari pajak. (Tangkapan layar Youtube Direktorat Jenderal Pajak) Foto: Chairul Tanjung dalam acara perayaan hari pajak. (Tangkapan layar Youtube Direktorat Jenderal Pajak)

Jakarta, CNBC Indonesia - Chairman & Founder CT Corp Chairul Tanjung dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sore ini berada dalam satu panggung, merayakan Hari Pajak 2022. CT menyampaikan pesan khusus kepada Sri Mulyani dalam kesempatan tersebut. Ia bicara soal pajak hingga soal subsidi BBM.

"Kita mengingatkan pajak bukan instrumen fiskal, tapi keadilan. Tolong diperhatikan hasil yang di-collect ini quote-unquote dari orang kaya tolong jangan dikasih ke orang kaya lagi," kata CT, Selasa (19/7/2022).

CT mencontohkan perihal subsidi barang. Diketahui subsidi barang yang dilakukan pemerintah saat ini adalah energi, baik bahan bakar minyak (BBM), listrik dan LPG 3 Kg. Tahun ini pemerintah menghabiskan dana sebesar Rp 520 triliun agar tidak ada kenaikan harga.

Chairul Tanjung dalam acara perayaan hari pajak. (Tangkapan layar Youtube Direktorat Jenderal Pajak)Foto: Chairul Tanjung dalam acara perayaan hari pajak. (Tangkapan layar Youtube Direktorat Jenderal Pajak)
Chairul Tanjung dalam acara perayaan hari pajak. (Tangkapan layar Youtube Direktorat Jenderal Pajak)

Sayangnya seperti BBM, subsidi mayoritas dinikmati oleh orang kaya. Sri Mulyani dalam beberapa kesempatan juga mengakui subsidi yang tidak tepat sasaran.

"Saya dulu ini paling jaga. Banyakin kasih ke yang miskin-miskin, kalau subsidi ke barang pasti masuknya ke orang kaya lagi," imbuhnya.

"Tolong kasih bu Ani dan saya tahu Bu Ani nyenggol Presiden terus, tapi presiden belum gerak. Subsidinya harusnya masuk ke orang miskin," tegas CT.

CT merasa banyak pembayar pajak akan merasa lebih ikhlas. Dana yang dikumpulkan diberikan kepada orang yang tepat.

"Dengan begitu kita juga ikhlas karena kita bayar pajak itu niatnya bukan hanya comply terhadap aturan perundangan, tapi ada unsur sedekahnya, ada unsur zakatnya. Ini juga menjadi perhatian yang kita harapkan," terangnya.

"Kalau bisa jangan dikutip-kutiplah. karena udah haknya orang lain. Dikutip-kutip jadi berkurang, ini tugas saya hanya mengingatkan saja," tegas CT.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pengumuman! Layanan Online Pajak Dihentikan Sementara


(mij/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading