Ancaman Baru Selain Covid Nyata, Waduk Terbesar AS Kering

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
05 July 2022 09:05
Sebuah kapal pendarat Perang Dunia II yang digunakan untuk mengangkut pasukan atau tank terlihat di garis pantai dekat Marina Danau Mead saat garis air terus menurun di Area Rekreasi Nasional Danau Mead di Boulder City, Amerika Serikat, Kamis (30/6/2022).  (L.E. Baskow/Las Vegas Review-Journal via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perubahan iklim menjadi ancaman lain selain Covid-19. Bahkan membuat Danau Mead, waduk terbesar di wilayah barat Amerika Serikat mengalami kekeringan.

NPR, dalam laporannya tahun 2021 lalu, menyebutkan Danau Mead berada di level terendahnya sejak pertama kali diisi tahun 1930-an, dikutip Selasa (5/7/2022).

Bahkan sebagian besar negara di barat daya telah mengalami kekeringan pada 2020 lalu. Pertanian dan kota-kota memberlakukan pembatasan air, dan negara di bagian Barat mengalami ancaman yang lebih dalam pada satu tahun tersebut. Iklim lebih panas membuat persediaan air menyusut, apapun cuacanya.


Menteri Keuangan Sri Mulyani (Tangkapan layar)Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani (Tangkapan layar)
Climate change adalah global disaster yang magnitude-nya diperkirakan sama seperti pandemi Covid-19Menkeu Sri Mulyani

Perubahan iklim juga jadi perhatian Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dia mengatakan besarnya masalah ini akan sama seperti pandemi Covid-19.

"Climate change adalah global disaster yang magnitude-nya diperkirakan sama seperti pandemi Covid-19," ujar Sri Mulyani dalam ESG Capital Market Summit beberapa waktu lalu.

Perbedaan keduanya adalah Covid-19 muncul tanpa peringatan dengan penyebaran yang cepat. Pandemi juga mengubah kebiasaan manusia akibat pembatasan pada mobilitas.

Sementara itu, perubahan iklim merupakan ancaman bencana yang nyata berdasarkan penelitian dari ilmuwan di dunia. Bencana ini juga tidak bisa dihindari, karena saat negara membangun maka mobilitas menjadi tinggi dan penggunaan makin besar. Ini juga membuat tekanan bagi sumber daya alam makin nyata.

"Sama seperti pandemi, tidak ada satu negara yang bisa escape atau terbebas dari ancaman climate change. Bahkan sama seperti pandemi, negara yang paling tidak siap dari sisi sistem kesehatannya, dari sisi kemampuan fiskalnya, dari sisi disiplinnya dan dari kemampuan untuk mendapatkan vaksin dan melakukan vaksinasi mereka mungkin akan terkena paling berat dampaknya dari pandemi," katanya.

Dengan dampak yang sama seperti Covid-19, seluruh negara perlu mempersiapkan diri akan masalah perubahan iklim dari kebijakan untuk melakukan mitigas. Indonesia juga perlu melakukannya karena jadi salah satu negara yang besar dari sisi geografis, jumlah penduduk, dan ukuran ekonomi di antara G20.

"Oleh karena itu seluruh dunia sekarang berikhtiar untuk menghindarkan dampak catastrophic dari climate change ini. Dan momentum ini bahkan meningkat dalam beberapa pertemuan pemimpin dunia," jelas Sri Mulyani.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Hari Bumi 2022 dan Ngerinya Dampak Perubahan Iklim


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading