Startup Fintech ini Dapat Pendanaan, Valuasi Malah Merosot

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
04 July 2022 10:45
A sign is pictured at the entrance of Klarna's headquarters in Stockholm, Sweden on May 25, 2022. REUTERS/Supantha Mukherjee

Jakarta, CNBC Indonesia - Startup fintech asal Swedia, Klarna, dilaporkan hampir menandatangani putaran pendanaan baru yang akan memangkas penilaiannya menjadi US$6,5 miliar (Rp 97 triliun), atau sekitar 1/7 dari nilai perusahaan pada Juni 2021.

The Wall Street Journal melaporkan, mengutip sumber anonim, bahwa Klarna tengah bernegosiasi untuk mengumpulkan pendanaan sekitar US$650 juta (Rp 9,8 triliun).

Sebagian besar pendanaan kali ini berasal dari investor yang dipimpin oleh Sequoia Capital, demikian dikutip dari TechCrunch, Senin (4/7/2022).


Kesepakatan itu saat ini memang masih dalam pengerjaan. Tetapi jika selesai, pendanaan kali ini akan mewakili penurunan besar untuk Klarna.

Pasalnya valuasi mereka melesat tinggi tahun lalu lalu ketika mengumpulkan US$ 639 juta dalam putaran yang dipimpin oleh SoftBank's Vision Fund 2 dengan penilaian US$ 45,6 miliar.

Klarna telah membuat ekspansi pasar ke Amerika Serikat, bersaing dengan perusahaan-perusahaan seperti Affirm yang diperdagangkan secara publik.

Pada awal Juni, Klarna mengatakan bahwa selama setahun terakhir, basis pelanggan i AS telah tumbuh lebih dari 65% dan telah menjangkau lebih dari 25 juta konsumen.

Seluruh segmen BNPL (beli sekarang, bayar kemudian) dilaporkan memang sedang terpukul akhir-akhir ini. Tapi tetap saja, penurunan besar valuasi untuk Klarna memberi makna baru pada frasa "putaran ke bawah." bagi sebuah startup.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Heboh PHK Startup, Fintech Masih Memikat Hati Investor


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading