Mengejutkan! Ada Dunia Lain di Bawah Tanah, Ini Dia Buktinya

Tech - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
19 June 2022 14:15
Iraqi Christians survey the archaeological site of Kokheh Church south of Baghdad, Iraq, Friday, Aug 23, 2019. The historical church located on the left bank of the Tigris River some 20 miles south of the capital Baghdad dates back to the first century AD. Remnants of the church, an archaeological site and one of the most important sites of Eastern Christianity, was reopened again to the public last year after a years-long closure due to security concerns. (AP Photo/Khalid Mohammed)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di saat manusia mencoba mengeksplorasi luar angkasa, Bumi masih menyimpan banyak misterinya. Banyak orang menduga bahwa Bumi memiliki dunia lain di bawah tanah yang manusia pijak.

Hal ini dibuktikan dengan Arkeolog di Kuil Batu Yazılıkaya yang menemukan sejumlah pahatan pada dinding yang dibuat oleh manusia pada ribuan tahun lalu sebagai buktinya.

Penggalian arkeologi di Kuil Batu Yazılıkaya di Turki Tengah sendiri sudah dimulai sejak sekitar 200 tahun yang lalu. Hal tersebut dilakukan dengan misi mengungkap kalender kuno dan peta kosmos yang menyajikan bukti menarik yang terkandung di dalamnya.


Dalam proses penggalian, arkeolog menemukan sebuah pahatan pada batu yang membentuk sebuah lukisan. Karya diperkirakan dibuat 3.200 tahun yang lalu.

Dikutip dari National Geographic, pahatan tersebut mencakup detail "dunia bawah" yang ada di bawah bumi. Pahatan semacam ini belum pernah ditemukan sebelumnya oleh arkeolog di Mesir atau di wilayah Mesopotamia.

Charles Texier, arkeolog sekaligus sejarawan Prancis, melakukan penggalian pada awal tahun 1834 di sebuah kuil. Pada penggalian tersebut, Texier menemukan berbagai macam ukiran pada batu kapur. Ukiran-ukiran tersebut menggambarkan lebih dari 90 sosok berbeda, termasuk hewan, monster, dan dewa.

Relief pahatan batu yang ditemukan melambangkan alam semesta yang terdiri dari dunia bawah, bumi, dan langit. Gambar itu juga menggambarkan siklus musim yang berulang, fase bulan, serta siang dan malam.

"Kami percaya, kuil itu sepenuhnya mewakili citra simbolis alam semesta. Termasuk tingkat statisnya yaitu bumi, langit dan dunia bawah. Serta proses siklus pembaruan, siang dan malam, atau musim panas dan musim dingin," jelas seorang peneliti dalam sebuah wawancara di sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal of Skyscape Archaeology.

Para peneliti telah menentukan bahwa representasi dari kosmos yang mencakup bumi, langit dan "dunia bawah", menunjukkan berbagai mitologi penciptaan. Di salah satu dinding, terdapat gambar dewi matahari dan dewi badai. Arkeolog menemukan bahwa dewa-dewa ditempatkan di lukisan lebih tinggi dari gambar lainnya.

Dewa tertinggi yang terletak di utara kuil adalah pusatnya, dan dewa lainnya berbaris mengikutinya. Lalu di dinding timur dan barat kuil, terdapat relief fase bulan dan musim, yang menurut para peneliti, menandakan siklus dan kelahiran kembali.

Para ahli memperkirakan pada masa itu, terdapat sekitar 17 dewa. Di antara dewa satu dengan dewa lainnya, terdapat sebuah tanda berupa garis. Selain itu, ditemukan pula sebuah lukisan yang didedikasikan untuk dunia bawah bumi, dengan sebuah tanda milik dewa pedang.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jam Kiamat Tak Bergerak, Nasib Bumi di Ujung Tanduk?


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading