Pegawai SpaceX Dipecat, Gara-gara Kritik Elon Musk?

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
17 June 2022 16:25
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Space X di Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu, 14 Mei 2022. Presiden tiba di Space X sekitar pukul 10.30 waktu setempat disambut langsung oleh Elon Musk selaku founder Space X.(Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden) Foto: Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Space X di Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu, 14 Mei 2022. Presiden tiba di Space X sekitar pukul 10.30 waktu setempat disambut langsung oleh Elon Musk selaku founder Space X.(Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - SpaceX dikabarkan telah memecat para pegawai yang membantu menyusun dan mendistribusikan surat yang mengkritik perilaku Elon Musk.

Reuters mengutip New York Times menyatakan surat terbuka yang ditandatangani beberapa pegawai SpaceX berujung pemecatan.

FILE - Elon Musk founder, CEO, and chief engineer/designer of SpaceX speaks during a news conference after a Falcon 9 SpaceX rocket test flight at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla, Jan. 19, 2020. Musk won't be joining Twitter's board of directors as previously announced. The tempestuous billionaire remains Twitter’s largest shareholder. (AP Photo/John Raoux, File)Foto: AP/John Raoux

Surat terbuka yang ditandatangani beberapa pegawai SpaceX menuding Elon Musk sebagai sumber gangguan dan rasa malu mereka, karena perilakunya di publik. Mereka juga mengatakan bahwa perusahaan penerbangan luar angkasa itu tidak menjalankan mantra "No Asshole" atau kebijakan tanpa toleransi terhadap pelanggaran seksual.

Penulis surat ingin SpaceX menyampaikan tiga permintaan ke perusahaan, yaitu "SpaceX harus bertindak cepat dan gamblang untuk memisahkan brand perusahaan dengan brand Elon Musk" dan "memastikan semua pemimpin punya tanggung jawab yang sama untuk membaut SpaceX tempat bekerja yang luar biasa untuk semua orang".

Selain itu, SpaceX diminta untuk "mendefinisikan dan merespons dengan sama semua perilaku yang tidak dapat diterima".

Tidak disebutkan masalah pasti yang mendorong surat itu dibuat. Namun, Musk telah menuai kritik yang meningkat. Seorang pramugari SpaceX dilaporkan menuduh Musk melakukan pelanggaran seksual, yang berakhir dengan kesepakatan perdamaian senilai US$ 250 ribu.

Presiden SpaceX Gwynne Shotwell mengirim e-mail yang menyatakan perusahaan telah melakukan penyelidikan dan "memecat beberapa pegawai yang terlibat" dengan surat terbuka tersebut, kutip New York Times. Detail tentang jumlah pekerja yang dipecat tidak diketahui.

SpaceX tidak segera merespons permintaan komentar dari Reuters.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ex CEO Twitter Bersyukur Elon Musk Ambil Twitter


(dem/dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading