Ngeri! Ini 8 Bencana Dahsyat Jika Perang Nuklir Sampai Pecah

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
17 June 2022 09:45
Orang-orang menunjukkan poster bertuliskan,

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada banyak ancaman pecahnya perang nuklir di dunia. Sebenarnya jika itu terjadi dapat menimbulkan banyak kerugian di muka Bumi.

Kemungkinan akan ada segelintir manusia yang bertahan dari perang. Namun diperkirakan kehidupan Bumi akan berubah pasca perang nuklir terjadi.

Berikut rangkumannya, dikutip dari listverse, Jumat (17/6/2022):


Korea Utara melakukan uji coba nuklir, negeri itu meluncurkan rudal hipersonik. (via REUTERS/RAYTHEON MISSILES & DEFENSE)Foto: Korea Utara melakukan uji coba nuklir, negeri itu meluncurkan rudal hipersonik. (via REUTERS/RAYTHEON MISSILES & DEFENSE)
Korea Utara melakukan uji coba nuklir, negeri itu meluncurkan rudal hipersonik. (via REUTERS/RAYTHEON MISSILES & DEFENSE)

1. Turun Hujan Hitam Pekat

Setelah bom atom meledak, beberapa waktu setelahnya hujan lebat akan turun terdiri atas bulir-bulir minyak pekat berwarna kehitaman dan bisa membunuh manusia.

Ini terjadi di Hiroshima, tempat hujan hitam turun 20 menit setelah ledakan bom. Hujan mencakup daerah yang membentang 20 kilometer di seputar titik ledakan dan mencemari radiasi 100 kali lebih kuat daripada kalau orang melangkah ke pusat ledakan.

Radiasi pada hujan itu cukup membuat perubahan pada darah manusia. Dampak dari radiasi masih ada hingga sekarang di tempat kejadian.

2. Listrik Mati Karena Radiasi Elektromagnet

Saat ledakan nuklir terjadi akan mengirimkan gelombang radiasi elektromagnetik yang bisa mematikan sistem kelistrikan bahkan listrik seluruh negara. Pada sebuah uji coba, gelombang yang dikirim meledakkan satu bom atom bisa meledakkan lampu jalan, TV, hingga telepon rumah yang berjarak 1.600 kilometer dari pusat ledakan.

Diperkirakan suatu bom untuk menyebar denyut elektromagnet dengan dampak 400-480 kilometer pada suatu negara sebesar Amerika Serikat (AS), maka jaringan listrik seluruh negeri akan lumpuh.

3. Sinar Matahari Terhalang Asap

Hal lainnya yang mungkin terjadi adalah adanya awan asap gelap sejauh 15 kilometer di atas permukaan Bumi. Ini akan tumbuh dan bergerak dan digeser oleh angin hingga menutupi seluruh planet bahkan menghalangi langit.

Dampak ini akan terjadi pada tahun-tahun pertama setelah bencana nuklir tersebut. Bahkan disebutkan manusia tidak akan melihat langit cerah dalam waktu 30 tahun.

4. Cuaca Terlalu Dingin & Tidak Bisa Menanam Makanan

Perang nuklir bakal mempengaruhi suhu hingga kesulitan masyarakat untuk menghasilkan makanan. Ini terjadi karena Matahari terhalang membuat suhu dunia anjlok, untuk kasus ekstrem bisa turun 20 derajat Celcius.

Jika ada bencana nuklir total, manusia akan hidup tanpa musim panas. Hewan mati kelaparan dan sayuran layu berikutnya ikut musnah.

Pada lima tahun pertama setelah bencana nuklir, embun beku mematikan mengganggu musim tanam. Berikutnya akan ada masa tenang dan suhu kembali normal, namun itu baru terjadi sekitar 25 tahun setelahnya.

5. Lapisan Ozon Robek

Proses yang digerakkan oleh atmosfer Bumi yang terdampak akan mulai merobek laporan ozon. Bahkan perang nuklir kecil dengan menggunakan 0,03% persenjataan dunia bisa menghancurkan 50% lapisan ozon.

Bumi akan hancur oleh sinar UV. Tumbuhan mati dan makhluk hidup yang berhasil bertahan berjuang melalui mutasi DNA. Manusia diprediksi meninggal karena kanker kulit.

6. Muncul Badai Besar

Dalam 2-3 tahun pertama, Bumi akan dilanda badai besar. Puing-puing yang dikirimkan ke stratosfer mempengaruhi cuaca dan mengubah awan terbentuk hingga membuatnya lebih efisien menghasilkan hujan.

Meski suhu Bumi anjlok dan cepat menjadi musim dingin nuklir, nyatanya lautan tetap butuh waktu lebih lama untuk mendingin. Wilayah yang relatif hangat menyebabkan badai besar sepanjang tepi laut. Badai dan topan akan hadir di seluruh pantai dunia dan ini terjadi dalam beberapa tahun.

7. Miliaran Orang Kelaparan

Butuh waktu lima tahun untuk manusia bisa kembali menanam makanan dalam jumlah besar. Ini membuat banyak orang kelaparan.

Salah satu cara untuk orang bisa bertahan hidup dalam lima tahun pertama adalah dengan mengonsumsi makanan kemasan dan kalengan. Makanan tertutup rapat masih aman dimakan setelah bencana nuklir terjadi.

Para ilmuwan melakukan eksperimen dengan meletakkan bir dan soda botol dekat ledakan nuklir. Botol disiram dengan lapisan radiasi yang berat di bagian luar, isi di dalamnya masih aman. Selain itu sumur bawah tanah kemungkinan masih aman untuk diminum.

8. Radiasi Kimia Masuk ke Tulang Manusia

Manusia harus berjuang melawan kanker yang menyebar luas. Tak lama setelah bom meledak, partikel radioaktif akan naik ke langit dan jatuh ke Bumi.

Partikel kecil itu akan menyebar dan bisa membunuh manusia. Salah satu bahannya adalah strontium-90, yang menipu tubuh mengira kalsium saat dihirup atau dikonsumsi. Tubuh mengirimkannya langsung ke sumsum tulang dan gigi dan pada akhirnya manusia itu terkena kanker tulang.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Amerika Terbangkan 'Pesawat Kiamat', Siap Lawan Rusia?


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading