Tertekan di China, Fintech Jack Ma Bikin Bank Digital di Sini

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
06 June 2022 18:25
FILE - In this Oct. 26, 2020, file photo, a view of the signage of Ant Group is seen at the headquarters compound of the fintech giant in Hangzhou in eastern China's Zhejiang province. The CEO of Ant Group, the world’s biggest financial technology company, has resigned from the company due to personal reasons. Ant Group thanked Simon Hu on Friday, March 12, 2021, for his contributions to the business. He had served as CEO since 2019. (Chinatopix Via AP, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ant Group, raksasa teknologi keuangan milik miliarder China Jack Ma, mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan bank grosir digital di Singapura.

Langkah ini menandai ekspansi lanjutan perusahaan yang berbasis di Hangzhou di luar negeri.

Padahal bisnis mereka di China masih berada di bawah tekanan regulasi setelah penawaran umum perdana perusahaan senilai US$34 miliar tiba-tiba dibatalkan pada akhir tahun 2020.


Ant Group baru-baru ini akhirnya mengubah dewan direksinya setelah menyetujui pada 2021 untuk menjadi perusahaan induk keuangan yang diawasi oleh bank sentral negara tersebut, Bank Rakyat Tiongkok.

Sekarang, raksasa fintech tersebut mengatakan bahwa anak perusahaannya yang sepenuhnya dimiliki dan berbasis di Singapura, ANEXT Bank, akan menyediakan layanan keuangan untuk usaha kecil dan menengah di wilayah tersebut.

Dipimpin oleh mantan eksekutif DBS Toh Su Mei dan bekerja sama dengan pasar bisnis-ke-bisnis lokal Proxtera, perusahaan sekarang menawarkan pratinjau akun bisnis ANEXT mata uang ganda. Mereka akan resmi ditawarkan pada kuartal ketiga tahun ini.

Ant FinancialFoto: Jack Ma dalam acara Ant Group (REUTERS/Bobby Yip)

"Ini menandai tonggak sejarah lain dalam perjalanan pengembangan bank digital Singapura, upaya strategis untuk memastikan sektor perbankan tetap progresif, kompetitif secara global, dan bersemangat," kata Chief Fintech Officer Monetary Authority of Singapore (MAS) Sopnendu Mohanty, dikutip dari Forbes, Senin (6/6/2022).

Ant Group bukan satu-satunya perusahaan fintech yang ingin menyediakan layanan perbankan digital di Singapura.

Pekan lalu, Green Link Digital Bank, yang dimiliki oleh konsorsium yang mencakup pengembang China Greenland Holdings dan Linklogis Hong Kong, telah memulai bisnis di negara tersebut.

Perusahaan teknologi milik Miliarder Forrest Li, Sea Ltd. dan Grab Holdings dari Anthony Tan juga diberikan lisensi bank digital pada tahun 2020, dan diharapkan akan diluncurkan akhir tahun ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Xendit Dikabarkan Incar Akuisisi Bank Sahabat Sampoerna


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading