Riset! Vaksin Booster Pfizer Efektif Lawan Omicron Pada Anak

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
25 May 2022 17:25
Peserta mengikuti vaksinasi booster COVID-19 di Sentra Vaksinasi Booster, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, Rabu (23/3/2022). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menggenjot program vaksinasi terutama booster. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksin Covid-19 dosis ketiga dari Pfizer dan BioNTech untuk anak-anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun diklaim 80% efektif dalam mencegah penyakit selama gelombang omicron. Hal tersebut berdasarkan hasil uji klinis awal yang dirilis perusahaan.

Dosis ketiga vaksin menimbulkan respons kekebalan yang kuat dan ditoleransi dengan baik oleh anak-anak dengan sebagian besar efek samping ringan hingga sedang.

CEO BioNTech Ugur Sahin mengatakan perusahaan berencana minggu ini untuk menyelesaikan aplikasi mereka meminta Food and Drug Administration untuk mengizinkan vaksin untuk penggunaan darurat.


Sementara CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan dia berharap vaksin akan tersedia untuk anak-anak yang lebih muda sesegera mungkin.

Beberapa jam setelah Pfizer merilis data, FDA mengumumkan komite ahli vaksin independennya akan bertemu pada 15 Juni untuk membahas aplikasi Pfizer dan Moderna agar vaksin mereka diperbolehkan untuk bayi hingga anak-anak prasekolah.

Komite FDA akan meninjau data dalam pertemuan terbuka untuk umum dan kemudian akan membuat rekomendasi apakah badan tersebut harus mengizinkan, demikian dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (25/5/2022).

FDA, dalam sebuah pernyataan, mengatakan mereka mengharapkan bisa menyelesaikan peninjauan vaksin Pfizer dan Moderna untuk bayi dan anak-anak prasekolah dalam waktu secepatnya.

"Kami tahu orang tua ingin kami menentukan apakah vaksin ini aman & efektif," kata badan tersebut dalam sebuah posting di Twitter.

"Kami bekerja secepat mungkin untuk meninjau semua data dengan hati-hati." imbuhnya.

Data keamanan vaksin Pfizer didasarkan pada 1.678 anak di bawah usia 5 tahun yang menerima suntikan ketiga setidaknya dua bulan setelah dosis kedua ketika varian omicron menjadi varian utama yang beredar.

Pfizer memeriksa subset anak-anak untuk menentukan respons imun anak-anak di bawah usia 5 tahun. Efektivitasnya mencapai 80% terhadap omicron didasarkan pada analisis awal. Bourla, dalam sebuah posting Twitter, mengatakan Pfizer akan merilis analisis akhir segera setelah selesai. Sedangkan Anak-anak di bawah usia 5 tahun menerima suntikan 3 mikrogram, sepersepuluh tingkat dosis untuk orang dewasa.

Pfizer dan FDA awalnya berusaha untuk mempercepat otorisasi dua dosis pertama pada Februari lalu, sehingga orang tua dapat mulai memvaksinasi anak-anak mereka. Tapi hasil uji klinis dari suntikan ketiga masih menunggu hasil.

"Pfizer menunda penerapannya untuk menunggu data dari dosis ketiga setelah dua suntikan pertama hanya efektif 30% hingga 40%," kata Bourla dalam wawancara podcast bulan lalu.

Anak-anak di bawah usia 5 tahun adalah satu-satunya kelompok di AS yang belum memenuhi syarat untuk vaksinasi. Banyak orang tua yang sudah menunggu berbulan-bulan agar FDA mengizinkan vaksinasi tersebut.

Moderna juga telah meminta FDA untuk otorisasi penggunaan darurat vaksin dua dosis untuk anak di bawah usia 6 tahun. Vaksinnya sekitar 51% efektif terhadap infeksi dari omicron pada anak di bawah usia 2 tahun, dan sekitar 37% efektif untuk anak usia 2 hingga di bawah 6 tahun.

Namun, Moderna mengatakan tingkat antibodi yang diinduksi oleh vaksin harus diterjemahkan ke dalam perlindungan tingkat tinggi terhadap penyakit parah.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Daripada Vaksin Booster, Bos Pfizer Dorong Vaksinasi Tahunan


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading