Ada Startup Kopi Saingan Starling, Berapa Omzet Barista-nya?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
23 May 2022 11:15
Startup kopi starling Jago Cofee

Jakarta, CNBC Indonesia - Startup kopi di Asia Tenggara sedang dilirik investor global. Ternyata, startup bukan cuma menggarap jaringan gerai kopi. Ada juga startup yang memilih model bisnis jualan kopi keliling, serupa dengan starling yang sering terlihat di Jakarta.

Jago Cofee, startup yang beberapa waktu lalu baru saja mendapatkan pendanaan awal memilih model bisnis berbeda dengan Kopi Kenangan, Fore, atau Flash Coffee. Mereka memilih model bisns yang serupa dengan pedagang yang sering disebut sebagai starling atau starbucks keliling.

Didirikan oleh Yoshua Tanu dan Christopher Oentojo, Jago Coffee masih sangat muda yakni 2 tahun sejak didirikan 2020 lalu. Seperti startup kopi lain, pembeli dapat memesan Jago Indonesia melalui aplikasi. Namun, ada perbedaan yang mencolok.


Setelah pengguna memilih lokasi pengambilan kopi, mereka tidak perlu jalan menghampiri. Setelah memesan lewat aplikasi, penjual Jago Coffee akan datang menggunakan sepeda atau sepeda motor listrik.

Pihak perusahaan mengklaim pengirimannya dua kali lebih cepat dari platform pengiriman lain, yang biasanya mengandalkan Gojek dan Grab untuk mengantar. Meskipun saat ini, operasional Jago Coffee masih dalam jangkauan terbatas.

"Waktu rata-rata kami sekitar 13 menit dalam pesanan. Dan itu seperti dari memesan ke cangkir tangan Anda. Yang tercepat dalam 5,5 menit," kata Yoshua Tanu dikutip Senin (23/5/2022) dari Rest of World.

Rizki Lestari, 23 tahun merupakan seorang partner barista Jago Cofee itu atau disebut sebagai Jagoan. Dia harus mengambil "gerobak"-nya di Kuningan dari rumahnya yang di luar Jakarta.

Operasionalnya mirip seperti pedagang starling yang kerap ditemui di jalan raya dengan sepeda dan bawaan berbagai macam minuman. Rizki bercerita pernah mengendarai kendaraannya itu sekitar 8 kilometer dan menjualnya kepada orang yang lewat. Pendapatannya sekitar Rp 4 juta per bulan dari bekerja 7 jam sehari.

Meski gerakan digital sedang masif dan Jago Coffee bisa memesan lewat aplikasi, Rizki mengaku pesanannya lebih banyak dari offline, yakni dari masyarakat di jalan dan melihatnya.

Rest of World melaporkan startup itu telah menerima sekitar US$250 ribu atau Rp 3,6 miliar. Investor Jago Coffee Indonesia berasal dari Beenext dan pengusaha kopi Hidenori Izaki.


[Gambas:Video CNBC]

(npb)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Baca Juga
Features
    spinner loading