Kondisi Terra Luna Makin Buruk, Ada Imbasnya Buat Bitcoin Cs?

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
23 May 2022 09:40
Infografis: Bandar Besar Uang Kripto Bitcoin

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu aset kripto yang sempat menjadi idola, Terra Luna merosot tajam. Nilainya bahkan nyaris mencapai nol. Hal yang sama juga menimpa stablecoin, TerraUSD, yang nilainya dipatok US$ 1 malah jeblok mendekati nol.

Data dari Coin Market Cap menunjukkan Terra Luna dibanderol US$ 0,0001112/koin pada perdagangan Sabtu (21/5/2022) pukul 12:17 WIB. Padahal pada 5 April lalu harga Terra Luna mencapai US$ 119,18/koin yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa. Kini, nilainya sudah ambrol 100%.

TerraUSD juga bernasib sama, dari dipatok US$ 1/koin, nilainya kini hanya US$ 0,0565/koin.


Lalu apa imbasnya untuk Bitcoin cs?

Jebloknya kedua aset tersebut membuat pasar kripto mengalami crash, bahkan turut menyeret Bitcoin. Mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar tersebut sempat menyentuh US$ 26.350/koin pada Kamis (12/5/2022), persis saat harga Terra Luna dan TerraUSD hancur lebur.

Pada perdagangan (21/5) Bitcoin berada di kisaran US$ 29.200/koin, artinya mampu bangkit dari jebloknya harga pekan lalu. Meski demikian, dalam beberapa pekan ke depan Bitcoin diprediksi mengalami crash lagi, bahkan nilainya bisa jeblok hingga 40%. Sebab, pola pergerakannya saat ini dikatakan mirip ketika anjlok pada November 2018.

Forbes melaporkan saat itu harga Bitcoin berkonsolidasi nyaris sepanjang tahun setelah sebelumnya sempa anjlok dari rekor tertinggi sepanjang masa kala itu sedikit di bawah US$ 20.000/koin.

Pada 12 November 2018, Bitcoin mengakhiri masa konsolidasinya selama nyaris 1 tahun, menembus ke bawah US$ 6.000/koin, hingga akhirnya menyentuh US$ 3.500/koin.

Pergerakan yang sama terjadi saat ini, Bitcoin sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$ 68.000/koin pada November 2021 lalu, setelahnya malah jeblok dan berkonsolidasi di kisaran US$ 30.000 - US$ 48.000/koin sejak akhir Januari lalu, meski beberapa kali sempat ke bawah US$ 30.000/koin.

Oleh karena itu, menurut Forbes jika sejarah terulang kembali, ada risiko besar Bitcoin akan jeblok hingga 40% lagi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

58 Triliun Habis Demi Selamatkan Terra LUNA, Kok Gagal?


(Intan Rakhmayanti Dewi/dem)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading