Lockdown Covid di China Bikin Pendapatan Xiaomi Melempem

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
20 May 2022 15:10
Shanghai secara bertahap akan mulai membuka kembali kegiatan bisnis seperti pusat perbelanjaan dan salon rambut, di pusat keuangan dan manufaktur China tersebut, setelah berminggu-minggu dalam penguncian ketat. (AP/Andy Wong)

Jakarta, CNBC Indonesia - Xiaomi melaporkan penurunan pendapatan kuartal pertama (Q1) yang diakibatkan karena tingginya kasus Covid-19 serta lockdown di China. Sementara itu, tantangan ekonomi yang lebih luas termasuk invasi Rusia ke Ukraina turut menambah biaya.

Pendapatan pada kuartal yang berakhir 31 Maret itu turun menjadi 73,35 miliar yuan (Rp 160 triliun) dari 76,88 miliar yuan tahun sebelumnya.

"Pada kuartal pertama seluruh industri menghadapi tantangan, pertama karena kekurangan komponen, kembali tingginya Covid-19, dan juga dampak dalam lingkungan ekonomi makro," kata Presiden Xiaomi Wang Xiang, dikutip CNBC Indonesia dari Reuters, Jumat (20/5/2022).


"Tantangan-tantangan ini telah menjadi pukulan berat untuk bisnis kita." imbuhnya.

Dia mencatat bahwa wabah Covid pertama kali di Hong Kong dan kemudian di Shanghai telah mengganggu rantai pengiriman. Ditambah lagi oleh lockdown di Shanghai selama berbulan-bulan, serta konflik di Ukraina yang cenderung membebani keuangan perusahaan.

Perusahaan China lain, Vivo dan Oppo telah meminta pemasok untuk mengurangi pesanan berikutnya lebih dari 20% karena lockdown dan rantai pasokan yang terganggu, Nikkei melaporkan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Samsung, Xiaomi, Vivo Nyungsep, Ini Dia Raja Ponsel Baru RI!


(Intan Rakhmayanti Dewi/dem)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading