Xendit Galang Rp 4,3 Triliun, Lanjut Ekspansi Asia Tenggara

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
20 May 2022 11:55
Co-fouder Xendit

Jakarta, CNBC Indonesia - Xendit mengumumkan merampungkan pendanaan seri D senilai US$300 juta (Rp 4,3 triliun) untuk mengokohkan posisinya sebagai salah satu unicorn asal Indonesia.

Pendanaan perusahaan infrastruktur pembayaran Asia Tenggara itu dipimpin oleh Coatue dan Insight Partners, dengan investasi tambahan dari Accel, Tiger Global, Kleiner Perkins, EV Growth, Amasia, Intudo, dan Goat Capital milik Justin Kan.

Sejauh ini Xendit telah mengumpulkan dana US$538 juta (Rp 7,8 triliun). Co-founder dan CEO Moses Lo menyebutkan akan mengembangkan perusahaannya dengan pendanaan terbaru.


"Melalui pendanaan terbaru ini, kami berkomitmen untuk terus berinvestasi di pasar-pasar baru, mengembangkan platform Xendit, dan memperluas lini bisnis agar kami bisa memaksimalkan peluang yang ada," kata Moses Lo dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (20/5/2022).

"Nilai ekonomi digital Asia Tenggara akan mencapai $360 miliar pada tahun 2025 dan kami percaya Xendit telah berada di posisi yang tepat untuk bisa berkontribusi dan meraih manfaat dari pertumbuhan tersebut".

Xendit melakukan sejumlah langkah strategis dalam rangka melayani lebih banyak startup dan UMKM di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Misalnya saja berinvestasi di Bank Sahabat Sampoerna dan meluncurkan Xensclub yakni komunits resmi penjual online dan memiliki program edukatif membantu para anggota mengembangkan diri serta bisnis online.

Selain itu, Xendit juga melakukan investasi strategis di DragonPay yang menjadi bagian dari ekspansinya ke Fillipina. Co-founder dan COO Xendit, Tessa Wijaya mengatakan perusahaannya akan terus berekspansi ke wilayah baru, seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

"Xendit akan terus berekspansi ke wilayah baru - seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam - tempat kami bisa mengidentifikasi kebutuhan pelaku usaha di sana dan memberikan solusi infrastruktur pembayaran yang tepat. Kami pun berencana untuk menghadirkan layanan yang lebih luas dan bervariasi, misalnya seperti program pinjaman yang telah kami jalankan di Indonesia," kata Tessa.

Xendit merupakan startup di bidang gerbang pembayaran. Perusahaan ini  melaporkan telah mengalami peningkatan 3 kali jumlah transaksi dalam setahun terakhir dari 65 juta menjadi 200 juta. Selain itu, total nilai pembayaran juga meningkat menjadi US$15 miliar (Rp 219 triliun), yang sebelumnya US$6,5 miliar (Rp 95 triliun).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Xendit Dikabarkan Incar Akuisisi Bank Sahabat Sampoerna


(npb)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading