Segini Harga Vaksin Sinovac-Pfizer di RI, Mana yang Termahal?

Tech - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
02 May 2022 18:40
Peserta mengikuti vaksinasi booster COVID-19 di Sentra Vaksinasi Booster, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, Rabu (23/3/2022). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menggenjot program vaksinasi terutama booster. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sejak 2020-2021, setidaknya terdapat lebih dari 300 juta dosis vaksin Covid-19 yang diadakan pemerintah. Adapun pengadaan vaksin Covid-19 di Indonesia berasal dari dua sumber, yakni APBN dan hibah luar negeri.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Lucia Rizka Andalusia, menyampaikan bahwa pengadaan vaksin covid-19 pada tahun 2020-2021 dipisahkan dengan rencana pengadaan vaksin di tahun ini.

Adapun, untuk pengadaan vaksin di tahun 2020, terdapat sebanyak 3 juta dosis vaksin Sinovac bernama CoronaVac dengan harga satuan Rp 211.282, dengan realisasi 99,46%. Kemudian pada 2021, pengadaan vaksin covid-19 produksi Bio Farma mencapai 122 juta dosis dengan harga satuan Rp 135.439.


Sementara, untuk vaksin AstraZeneca tahap I terdapat 20 juta dosis dengan harga satuan Rp 78.331, lalu vaksin Pfizer sebanyak 34 juta dosis dengan harga satuan Rp 97.875.

Selanjutnya vaksin AstraZeneca, tahap II ada sebanyak 17,4 juta dosis dengan harga satuan Rp 73.877. Kemudian terdapat juga pengadaan vaksin Covovax sebanyak 9 juta dosis dengan harga satuan Rp 105.230.

Berikutnya, pengadaan vaksin CoronaVac tahap I sebanyak 50 juta dosis, dengan harga satuan Rp 108.914. Kemudian dilanjutkan kembali ke vaksin CoronaVac tahap II sebanyak 40 juta dosis, dengan harga satuan Rp 85.506, dan vaksin CoronaVac tahap III sebanyak 11,6 juta dosis dengan harga satuan Rp 82.661.

"Ini semua adalah total pengadaan tahun 2020 sampai tahun 2021 dari alokasi anggaran sebanyak Rp 34.095.770.972.000. kami melakukan realisasi sebanyak Rp 33.911.687.826.132 atau 97,64 persen," ungkapnya dalam Rapat Panja Komisi IX DPR, Kamis (31/3/2022).

Sementara untuk rencana pengadaan vaksin Covid-19 pada tahun ini, di mana sebagian pengadaan adalah carry over dari pelaksanaan tahun 2020, yaitu pengadaan vaksin Pfizer bilateral sebanyak 15,3 juta dosis dengan harga satuan Rp 97.875.

"Ini anggarannya adalah Rp 1,5 triliun," kata Rizka.

Untuk AstraZeneca tahap III jumlah 12,6 juta dosis, dengan harga satuannya Rp 78.330, sedangkan pada Covid-bio, ada kelebihan produksi di 2021 sebanyak 2,8 juta dosis dengan harga satuan Rp 71.665.

Kemudian terdapat juga carry over dari tahun sebelumnya yakni Sinovac-CoronaVac dengan jumlah 20 juta dosis. Berikutnya rencana pengadaan baru untuk vaksin anak sebanyak 38,7 juta dosis dengan kebutuhan anggaran Rp 2,7 triliun, dengan harga satuan Rp 71.665.

"Vaksin Sinovac-CoronaVac karena baru vaksin ini yang disetujui untuk anak-anak," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Simak, Begini Saran WHO untuk Pengguna Vaksin Sinovac


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading