Mobil Listrik Mercy Bisa Tempuh Jakarta-Banyuwangi Sekali Cas

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
14 April 2022 16:15
FILE PHOTO: The Mercedes-Benz logo is seen on a Mercedes-Benz F125 concept car that is electrically powered by a hydrogen fuel cell at the Hannover Fair in Hanover, Germany, April 25, 2016.    REUTERS/Wolfgang Rattay/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Mercedes-Benz terus mengembangkan mobil listrik yang hemat energi, targetnya sepertiga lebih efisien dari rata-rata untuk mobil listrik yang sudah ada di pasaran.

Mercedes-benz baru saja merayakan keberhasilan uji coba kendaraan prototipe EQXX yang berhasil menempuh lebih dari 1.000 km dari Sindelfingen di Jerman menuju Cote d'Azur, tanpa pengisian ulang energi baterai. Sebagai perbandingan, menurut Google Maps, jarak tempuh 1.000 km setara dengan jarak antara Jakarta dan Banyuwangi.

CTO Mercedes-Benz, Markus Schaefer mengatakan EQXX mengonsumsi energi sekitar 10 kilowatt jam per 100 km. Dia menambahkan desain efisien adalah kunci memaksimalkan jangkauan mobil, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/4/2022).


"Pertama kami mengoptimalkan efisiensi dan kemudian dapat melihat berapa banyak modul baterai yang dimasukkan ke dalam mobil," kata Schaefer.

Dia juga menambahkan pelanggan bisa memutuskan ukuran baterai sesuai dengan keinginan yang berdasarkan kebutuhan mereka.

Pada Januari lalu, prusahaan menjanjikan sejumlah komponen mobil akan masuk dalam seri kendaraan itu dalam 2-3 tahun lagi.

EQXX hanya menghabiskan 8,7 kilowatt jam energi per 100 km dalam 11,5 jam perjalanan ke Perancis. Artinya dua kali lebih efisien dari model Mercedes di pasar dan mobil jarak jauh milik Tesla, Model S60.

Laporan portal perbandingan mobil Carwow, EQS Mercedes memiliki jangkauan tertinggi di pasar hingga saat ini dengan 768 km. Berikutnya adalah Model S Tesla Long Range mencapai 652 km.

Sebagai informasi, produsen mobil dari Mercedes-Benz hingga Tesla memang berlomba-lomba memproduksi mobil dengan jarak tempuh paling jauh. Tujuannya menghilangkan kecemasan konsumen karena jumlah infrastruktur pengisian daya kurang.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ambisi RI, Angkutan Umum Berbasis Listrik Capai 90% di 2030


(npb)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading