Putin Serang Ukraina, Intel Setop Berbisnis di Rusia

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
06 April 2022 13:25
FILE PHOTO: The Intel logo is shown at the E3 2017 Electronic Entertainment Expo in Los Angeles, California, U.S., June 13, 2017.  REUTERS/Mike Blake

Jakarta, CNBC Indonesia - Intel akhirnya mengatakan pada Selasa (4/4) bahwa pihaknya telah menangguhkan operasi bisnis di Rusia. Perusahaan chip asal AS itu bergabung dengan banyak perusahaan lainnya untuk keluar dari Rusia setelah invasi ke Ukraina.

Intel mengatakan telah menerapkan langkah-langkah kesinambungan bisnis untuk meminimalkan gangguan pada operasi globalnya.

"Intel terus bergabung dengan komunitas global dalam mengutuk perang Rusia melawan Ukraina dan menyerukan untuk segera kembali ke perdamaian," kata Intel, dikutip CNBC Indonesia dari Reuters, Rabu (6/4/2022).


International Business Machines (IBM) juga telah menangguhkan pengiriman karena Ukraina mendesak perusahaan komputasi awan dan perangkat lunak AS untuk memutuskan bisnis dengan Rusia.

Server dari IBM, Dell Technologies dan Hewlett Packard Enterprise, diketagui menguasai pasar di Rusia, di mana perusahaan dan lembaga pemerintah mengandalkan teknologi yang dikembangkan oleh Barat sebagai dasar sistem TI yang dioperasikan.

Apple jadi perusahaan teknologi AS pertama yang memutuskan untuk menghentikan bisnis di Rusia. Pada awal maret lalu, Apple mengumumkan penghentian penjualan iPhone, Mac hingga iPad kepada masyarakat di Rusia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin Serang Ukraina, Warga Rusia Tak Bisa Netflix-an Lagi


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading