Bos Indodax Soal Pajak Kripto: Kemahalan

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
04 April 2022 18:45
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para investor kripto di dalam negeri mesti bersiap-siap karena akan ada pajak dari pemerintah. Pemerintah memastikan akan mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) final atas penyerahan aset kripto. PPN yang akan dikenakan untuk aset kripto sebesar PPN final 0,1%.

Mengenai keputusan ini, CEO Indodax, Oscar Darmawan menilai pengenaan PPN Final dan PPh masing-masing sebesar 0,1% masih cukup mahal. Ia berharap pajak yang diberikan bisa lebih murah lagi.

Sebab ia khawatir, jika tarif pajak terlalu tinggi, akan membuat industri kripto Indonesia yang saat ini sedang memimpin di pasar Asia Tenggara, justru bisa tertinggal.


"Harapan kami sebagai industri, kalau bisa pajaknya lebih murah lagi, jadi jangan 0,1 persen," ujar Oscar dalam segmen Closing Bell di CNBC Indonesia, Senin (4/4/2022).

Jika memungkinkan total PPN Final dan PPh yang dikenakan mencapai 0,1%. Ia berharap tarif pajak yang ditetapkan untuk kripto sama seperti yang dikenakan pada transaksi saham di Indonesia.

"Karena dengan skema yang sekarang sedang didiskusikan ada di tarif pajak totalnya 0,2% per transaksi. Jadi itu artinya dua kali tarif pajak saham, yang kami harapkan itu bisa sama atau lebih rendah." ungkap Oscar.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Besok Pedagang Kripto Menghadap Ditjen Pajak, Ada apa?


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading