Shopee Hengkang dari India, Kalah Bersaing?

Tech - Intan Rakhayanti Dewi, CNBC Indonesia
29 March 2022 08:55
Dok.Sea Group

Jakarta, CNBC Indonesia - e-Commerce Shopee memutuskan untuk menarik diri dari pasar India. Padahal marketplace ini baru lima bulan beroperasi di negeri Bollywood tersebut.

Shopee mundur dari pasar India karena mengalami pelemahan permintaan dan prospek pertumbuhan yang tidak pasti. Kebijakan ini akan berlaku pada 29 Maret 2022. Sebelumnya Shopee juga menyatakan mundur dari pasar Perancis.

Dalam keterangan resminya, Shopee menyatakan keputusan ini dilandaskan pada adanya "ketidakpastian pasar global" dan perusahaan berjanji akan melakukan "proses ini semulus mungkin", seperti dikutip dari Reuters, Selasa (29/3/2022).


Pada awal bulan ini induk Shopee, SEA Ltd mengatakan pertumbuhan bisnis e-commerce diperkirakan akan berkurang setelahnya menjadi sekitar 76% dari sebelumnya 157% pada 2021. Ini karena banyak negara bangkit dari pandemi Covid-19 yang membuat semakin sedikit aktivitas jual beli secara online.

Beberapa minggu sebelumnya game yang dikembangkan sister company Shopee, Garena, Free Fire diblokir India karena dianggap mengumpulkan data pengguna dan menyimpannya di China. Pernyataan ini dibantah oleh SEA. Keputusan India ini telah membuat nilai pasar SEA di bursa saham AS turun US$16 miliar dalam sehari.

"Terjadi pergeseran drastis dalam sentimen pasar yang mempengaruhi harga saham perusahaan, semua perusahaan e-commerce berada dalam tekanan nyata untuk setidaknya mencapai break even point (titik impas) sesegera mungkin," ungkap analis LighStream Research Oshadhi Kumarasiri.

Bisnis Shopee di India dimulai pada Oktober 2021 sebagai bagian dari ekspansi perusahaan keluar Asia Tenggara. Pasar e-commerce India yang tumbuh cepat telah didominasi oleh pemain seperti Amazon.com Inc dan Flipkart Walmart.

Sumber Reuters mengatakan keputusan Shopee mundur dari India sebagian dipicu adanya pengawasan yang lebih ketat yang membuat aplikasi game Sea Free Fire dilarang sebagai bagian dari tindakan keras terhadap perusahaan yang diduga mengirim data ke server di China.

Orang tersebut mengatakan Shopee telah berencana untuk berinvestasi hingga US$ 1 miliar di India, dan keputusan untuk menghentikan operasional di negeri itu akan merugikan perusahaan logistik India yang telah menandatangani kontrak yang menguntungkan dengannya.

Shopee, yang diminta untuk mengomentari angka tersebut, membantah investasi tersebut sebagai "tidak akurat", tanpa memberikan perincian, dengan mengatakan "keputusan mengenai Shopee India tidak ada hubungannya dengan masalah peraturan".

"Kami terus berupaya mengatasi situasi dengan Free Fire di India," tambah perusahaan itu.

Pemain e-commerce menghadapi lingkungan peraturan yang ketat di India. New Delhi telah bertahun-tahun memberlakukan pembatasan untuk melindungi perusahaan ritel konvensional yang lebih kecil.

Pengecer offline di India sering menuduh perusahaan asing mengabaikan peraturan dan menawarkan diskon besar-besaran yang merugikan bisnis mereka, tuduhan yang dibantah perusahaan. Shopee dalam beberapa bulan terakhir menghadapi seruan boikot dari pedagang semacam itu di India.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kehilangan Valuasi Rp 2.145 T, Induk Shopee: Menyakitkan


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading