Teknologi Elon Musk di Balik Serangan Drone Ukraina ke Rusia

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
28 March 2022 16:10
A SpaceX Falcon 9 rocket passes through clouds during launch from Cape Canaveral Air Force Station, in this view from Playalinda Beach at Canaveral National Seashore, Wednesday, Jan. 29, 2020. The rocket was carrying 60 Starlink satellites, the fourth launch of the SpaceX Starlink mission. (Joe Burbank/Orlando Sentinel via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tepat setelah invasi Rusia dimulai pada akhir Februari, Wakil Perdana Menteri Ukraina Mykhailo Fedorov melalui Twitter meminta Elon Musk untuk mengaktifkan internet satelit Starlink untuk digunakan di Ukraina.

Elon Musk dengan cepat memberi tanggapannya. Miliuner AS itu mengatakan layanan Starlink sudah aktif di Ukraina dan akan lebih banyak terminal diaktifkan dalam waktu ke depan.

Fedorov pun mengungkapkan rasa terima kasihnya melalui Twitter kepada Musk dan Starlink, "Starlink - di sini. Terima kasih, @elonmusk."


Melansir laman Deutsche Welle (DW), Senin (28/3/2022), kesepakatan ini disebut sangat terbuka, antara seorang politisi yang negaranya telah diserang dan seorang miliuner yang kemudian menantang agresor, Presiden Rusia Vladimir Putin untuk melakukan duet tunggal.

Starlink Sukses Dimanfaatkan Ukraina

Media Inggris telah melaporkan bahwa tentara Ukraina memanfaatkan Starlink dengan sangat sukses untuk serangan drone terhadap tank dan posisi Rusia.

The Telegraph melaporkan bahwa Starlink memiliki kepentingan militer tertentu di daerah-daerah di mana infrastrukturnya lemah dan tidak ada koneksi internet.

Menurut laporan tersebut, unit pengintai udara Aerorozvidka menggunakan Starlink untuk memantau dan mengoordinasikan kendaraan udara tak berawak (drone). Hal ini memungkinkan tentara menembakkan senjata anti-tank dengan presisi yang ditargetkan.

Hanya kecepatan data sistem yang tinggi yang dapat menyediakan komunikasi yang stabil yang diperlukan.

Seorang petugas dari unit Aerorozvidka menjelaskan sistem tersebut kepada The Times: "Kami menggunakan peralatan Starlink dan menghubungkan tim drone dengan tim artileri kami," katanya.

"Jika kita menggunakan drone dengan penglihatan termal di malam hari, drone harus terhubung melalui Starlink ke orang artileri dan membuat akuisisi target." imbuh petugas tersebut.

The Times melaporkan bahwa tim Aerorozvidka menjalankan sekitar 300 misi pengumpulan informasi setiap hari.

Serangan kebanyakan dilakukan pada malam hari, karena drone beberapa di antaranya dilengkapi dengan kamera termal yang hampir tidak mungkin terlihat dalam gelap.

Digunakan untuk Banyak Hal

Satelit Starlink awalnya dimaksudkan untuk menyediakan internet ke daerah yang kekurangan pasokan jauh dari pusat kota.

Tapi, potensi penggunaan satelit untuk menyampaikan informasi kepada orang-orang di wilayah di mana internet diblokir telah dibahas.
an koneksi internet.

Menurut The Telegraph, Starlink adalah salah satu unduhan aplikasi paling populer di Ukraina. Adanya satelit ini memungkinkan lebih dari 100.000 orang untuk tetap mengetahui apa yang terjadi dalam perang, dan tetap berhubungan dengan dunia luar.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menggunakan satelit Starlink untuk berpidato di depan negara dan parlemen nasional di seluruh dunia.

Terlepas dari kegunaan militernya, Starlink telah menjadi infrastruktur vital bagi Ukraina, baik untuk memperoleh dukungan dunia maupun untuk mempertahankan perlawanan rakyat yang tak terputus.

Jadi Target Rusia

Rusia mencoba menargetkan dan menghancurkan infrastruktur Ukraina, termasuk listrik dan internet. Tapi dengan adanya Starlink, koneksi ini akan menjadi lebih penting dalam beberapa minggu dan bulan mendatang. Kehadirannya tentu saja akan menjadi sasaran pasukan Rusia.

Selain serangan yang ditargetkan, Rusia rupanya juga mencoba menggunakan jammer untuk memblokir akses internet dari luar angkasa. Namun SpaceX mengatakan sudah memiliki solusi: Di Twitter, Musk menulis bahwa pembaruan perangkat lunak baru menurunkan konsumsi daya dan dapat melewati pemancar yang macet.

Kremlin menganggap dukungan Musk terhadap Ukraina sebagai agresi. Dmitry Rogozin, kepala badan antariksa Rusia Roscosmos, menyebut aktivitas Starlink sebagai gangguan.

"Ketika Rusia menerapkan kepentingan nasional tertingginya di wilayah Ukraina, Elon Musk muncul dengan Starlink-nya, yang sebelumnya dinyatakan murni sipil," katanya pada penyiar Rusia yang didanai negara, RT.

Tanggapan Musk sama singkatnya seperti biasanya. "Internet sipil Ukraina mengalami pemadaman yang aneh - cuaca buruk mungkin? - jadi SpaceX membantu memperbaikinya," tweetnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ngeri, Rudal Canggih Rusia Incar Pemakai Internet Elon Musk


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading