Perkuat Investasi Aman, Rupiah Cepat Majukan Fitur Pendanaan

Tech - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
17 March 2022 16:20
Yolanda Sunaryo, CEO Rupiah Cepat (Tangkapan layar CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kredit Utama Fintech Indonesia atau Rupiah Cepat sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) yang Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus mengembangkan fitur pendanaan miliknya. 

Sejalan dengan hal tersebut, Rupiah Cepat baru saja mengadakan webinar dengan tema 'LEGA BERSAMA PINJOL LEGAL'. Tujuan diadakannya webinar ini adalah untuk menjalankan tugas sebagai penyelenggara pinjaman online yang berizin dan juga untuk meningkatkan praktik pelaksanaan pinjaman serta investasi online yang bertanggung jawab.

"Di tengah meningkatnya popularitas platform investasi saat ini, pengembangan fitur Pendanaan untuk Public Lender atau Pendana Perorangan merupakan hal terpenting guna memperkuat posisi kami dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berinvestasi di platform legal," ujar CEO Rupiah Cepat, Yolanda dalam keterangan tertulis, Kamis (17/3/2022).


Untuk diketahui, Rupiah Cepat memberikan penawaran keuntungan serta kemudahan akses dalam bentuk digital. Ini dikarenakan Rupiah Cepat memiliki sistem sebagai P2P Lending yang bertujuan memberikan alternatif pinjaman kepada masyarakat Indonesia yang tidak terjangkau oleh perbankan.

Sistem P2P Lending Indonesia ini pun sangat mirip dengan konsep marketplace online, yakni sebagai wadah pertemuan antara pembeli dengan penjual. Yang berbeda, P2P Lending Indonesia akan mempertemukan pihak peminjam dengan pihak yang memberikan pinjaman. Sederhananya, P2P Lending merupakan marketplace untuk kegiatan pinjam-meminjam uang.

Adapun pendana dapat memberi pinjaman mulai dari Rp 10.000 di Rupiah Cepat. Jika pendana memberi pinjaman di Rupiah Cepat, pendana juga bisa mendapat bunga hingga 20% dalam setahun. Selain itu, tren keberhasilan pengembalian pinjamannya yaitu TKB90 yang mencapai hingga 100%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jurus Agar Masyarakat tidak Terjebak Pinjol Ilegal: Edukasi!


(bul/bul)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading